Skip to main content

فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ ۚ  ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٨٤ )

fa-is'tajabnā
فَٱسْتَجَبْنَا
maka Kami perkenankan
lahu
لَهُۥ
kepadanya (do'anya)
fakashafnā
فَكَشَفْنَا
lalu Kami hilangkan
مَا
apa yang ada
bihi
بِهِۦ
padanya
min
مِن
dari
ḍurrin
ضُرٍّۖ
bencana/penyakit
waātaynāhu
وَءَاتَيْنَٰهُ
dan Kami berikan kepadanya
ahlahu
أَهْلَهُۥ
keluarganya
wamith'lahum
وَمِثْلَهُم
dan serupa/sebanyak itu
maʿahum
مَّعَهُمْ
beserta mereka
raḥmatan
رَحْمَةً
rahmat
min
مِّنْ
dari
ʿindinā
عِندِنَا
sisi Kami
wadhik'rā
وَذِكْرَىٰ
dan peringatan
lil'ʿābidīna
لِلْعَٰبِدِينَ
bagi orang-orang yang beribadat

“Fāstajabnā Lahu Fakashafnā Mā Bihi Min Đurrin Wa 'Ātaynāhu 'Ahlahu Wa Mithlahum Ma`ahum Raĥmatan Min `Indinā Wa Dhikraá Lil`ābidīna.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:84)

Artinya:

“Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.” (QS. Al-Anbiya': 84)

Karena sikap Nabi Ayub yang sabar, berserah dan bertawakal kepada Allah dalam menyikapi penyakit yang menimpa dirinya, maka Kami mengabulkan doa-nya, lalu Kami melenyapkan berbagai penyakit yang ada padanya sehingga penyakitnya sembuh lahir batin; dan Kami pun mengembalikan keluarganya kepadanya untuk lebih menyempurnakan kebahagiaannya. Dan Kami pun melipatgandakan jumlah keturunan Nabi Ayub sebagai suatu rahmat dari Kami kepada hamba-Nya yang sabar, dan sekaligus kisah Nabi Ayub ini untuk menjadi peringatan bagi semua orang beriman yang menyembah Kami agar bersabar, bertawakal dan berserah kepada Allah dalam menghadapi berbagai cobaan yang menimpa dirinya.