Skip to main content

وَاَدْخَلْنٰهُمْ فِيْ رَحْمَتِنَاۗ اِنَّهُمْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ   ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٨٦ )

wa-adkhalnāhum
وَأَدْخَلْنَٰهُمْ
dan Kami masukkan mereka
فِى
dalam
raḥmatinā
رَحْمَتِنَآۖ
rahmat Kami
innahum
إِنَّهُم
sesungguhnya mereka
mina
مِّنَ
dari/termasuk
l-ṣāliḥīna
ٱلصَّٰلِحِينَ
orang-orang yang saleh

“Wa 'Adkhalnāhum Fī Raĥmatinā 'Innahum Mina Aş-Şāliĥīna.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:86)

Artinya:

“Dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Anbiya': 86)

Dan ingatlah kisah para nabi yang berikut: Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua, bukan hanya Nabi Ayub, termasuk orang-orang yang sabar dalam melaksanakan perintah Allah dan dalam menghadapi cobaan. Dan karena kesabaran mereka teruji dengan baik, maka Kami memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami di dunia dan akhirat. Sungguh, mereka dengan kesabarannya yang mantap, termasuk orang-orang yang saleh, karena kesalehan hanya akan terwujud dengan kesabaran.