Skip to main content

وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَ ۙ  ( ٱلْمُؤْمِنُون: ٦٠ )

wa-alladhīna
وَٱلَّذِينَ
dan orang-orang yang
yu'tūna
يُؤْتُونَ
(mereka) memberikan
مَآ
apa
ātaw
ءَاتَوا۟
yang mereka berikan
waqulūbuhum
وَّقُلُوبُهُمْ
dan hati mereka
wajilatun
وَجِلَةٌ
takut
annahum
أَنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
ilā
إِلَىٰ
kepada
rabbihim
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
rājiʿūna
رَٰجِعُونَ
mereka kembali

“Wa Al-Ladhīna Yu'utūna Mā 'Ātaw Wa Qulūbuhum Wa Jilatun 'Annahum 'Ilaá Rabbihim Rāji`ūna.” (al-Muʾminūn/23:60)

Artinya:

“dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan (sedekah) dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya,” (QS. Al-Mu'minun: 60)

Setelah menjelaskan sifat-sifat orang yang lengah dan larut dalam durhaka, Allah lalu menguraikan sifat orang-orang yang menjaga hati untuk taat kepada Allah. Sungguh, orang-orang yang karena takut akan azab Tuhannya, mereka sangat berhati-hati agar tidak melanggar perintah-Nya, dan mereka yang beriman dengan tanda-tanda kekuasaan Tuhannya, baik yang tersurat dalam Al-Qur’an maupun yang terhampar di alam semesta, dan mereka yang tidak mempersekutukan Tuhannya dengan apa pun dan kapan pun, baik syirik kecil seperti ria maupun syirik besar, dan mereka yang memberikan apa yang mereka berikan seperti sedekah, zakat, dan lainnya, dengan hati penuh rasa takut jika pemberian itu tidak diterima oleh Allah karena mereka tahu bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka; mereka itu, yaitu orang-orang dengan sifat-sifatnya demikian, bersegera dalam kebaikan-kebaikan dan bersemangat dalam menjalankan ibadah, dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya, yaitu surga, sebagai ganjaran atas amal kebaikannya.