Skip to main content

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ  ( ٱلنُّور: ٣٠ )

qul
قُل
katakanlah
lil'mu'minīna
لِّلْمُؤْمِنِينَ
kepada orang-orang beriman
yaghuḍḍū
يَغُضُّوا۟
mereka menutup/menahan
min
مِنْ
dari
abṣārihim
أَبْصَٰرِهِمْ
pandangan mereka
wayaḥfaẓū
وَيَحْفَظُوا۟
dan mereka menjaga
furūjahum
فُرُوجَهُمْۚ
kemaluan mereka
dhālika
ذَٰلِكَ
demikian itu
azkā
أَزْكَىٰ
lebih bersih/suci
lahum
لَهُمْۗ
bagi mereka
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
khabīrun
خَبِيرٌۢ
Maha Mengetahui
bimā
بِمَا
dengan/terhadap apa
yaṣnaʿūna
يَصْنَعُونَ
mereka perbuat

“Qul Lilmu'uminīna Yaghuđđū Min 'Abşārihim Wa Yaĥfažū Furūjahum Dhālika 'Azkaá Lahum 'Inna Allāha Khabīrun Bimā Yaşna`ūna.” (an-Nūr/24:30)

Artinya:

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)

Usai menjelaskan etika berkunjung pada ayat sebelumnya, pada ayat ini Allah menguraikan etika berinteraksi antarsesama, baik saat di dalam rumah maupun di luar rumah. Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada laki-laki yang beriman dengan mantap agar mereka menjaga pandangannya dari melihat sesuatu yang tidak halal dilihat, dan perintahlah mereka memelihara kemaluannya dari apa yang tidak halal untuknya. Yang demikian itu lebih suci bagi jiwa mereka agar tidak terjatuh pada perbuatan haram. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.