Skip to main content

اُنْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوْا لَكَ الْاَمْثَالَ فَضَلُّوْا فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ سَبِيْلًا ࣖ  ( ٱلْفُرْقَان: ٩ )

unẓur
ٱنظُرْ
perhatikanlah
kayfa
كَيْفَ
bagaimana
ḍarabū
ضَرَبُوا۟
mereka membuat
laka
لَكَ
padamu/tentang kamu
l-amthāla
ٱلْأَمْثَٰلَ
perumpamaan
faḍallū
فَضَلُّوا۟
maka sesatlah mereka
falā
فَلَا
maka tidak
yastaṭīʿūna
يَسْتَطِيعُونَ
mereka berkuasa/mampu
sabīlan
سَبِيلًا
jalan

“Anžur Kayfa Đarabū Laka Al-'Amthāla Fađallū Falā Yastaţī`ūna Sabīlāan.” (al-Furq̈ān/25:9)

Artinya:

“Perhatikanlah, bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau, maka sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).” (QS. Al-Furqan: 9)

Setelah memaparkan kesesatan dan kebodohan kaum kafir, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad, “Perhatikanlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan tentang engkau; mereka menyebutmu penyair, pria yang terkena sihir, pesihir, dan lain-lain, maka sesatlah mereka dari jalan yang benar sehingga mereka tidak mendapatkan satu jalan pun yang masuk akal untuk menentang kerasulanmu.