Skip to main content

قَالَتْ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَؤُا اِنِّيْٓ اُلْقِيَ اِلَيَّ كِتٰبٌ كَرِيْمٌ   ( ٱلنَّمْل: ٢٩ )

qālat
قَالَتْ
ia berkata
yāayyuhā
يَٰٓأَيُّهَا
hai
l-mala-u
ٱلْمَلَؤُا۟
pembesar-pembesar
innī
إِنِّىٓ
sesungguhnya aku
ul'qiya
أُلْقِىَ
dijatuhkan
ilayya
إِلَىَّ
kepadaku
kitābun
كِتَٰبٌ
surat
karīmun
كَرِيمٌ
mulia/berharga

“Qālat Yā 'Ayyuhā Al-Mala'u 'Innī 'Ulqiya 'Ilayya Kitābun Karīmun.” (an-Naml/27:29)

Artinya:

“Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.”” (QS. An-Naml: 29)

Setelah surat Nabi Sulaiman sampai ke tangan Ratu Balqis dan ia memahami isi surat tersebut, dia, ratu itu, berkata kepada para pembesar kerajaan, “Wahai para pembesar! Ada berita amat penting yang perlu kamu ketahui, sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia karena mengandung ungkapan yang beretika, bijak, dan mengandung banyak hikmah."