Skip to main content

قَالُوْا نَحْنُ اُولُوْا قُوَّةٍ وَّاُولُوْا بَأْسٍ شَدِيْدٍ ەۙ وَّالْاَمْرُ اِلَيْكِ فَانْظُرِيْ مَاذَا تَأْمُرِيْنَ  ( النمل: ٣٣ )

qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
naḥnu
نَحْنُ
kita
ulū
أُو۟لُوا۟
mempunyai
quwwatin
قُوَّةٍ
kekuatan
wa-ulū
وَأُو۟لُوا۟
dan mempunyai
basin
بَأْسٍ
keberanian
shadīdin
شَدِيدٍ
yang sangat
wal-amru
وَٱلْأَمْرُ
dan perkara/keputusan
ilayki
إِلَيْكِ
kepadamu
fa-unẓurī
فَٱنظُرِى
maka perhatikan/pertimbangkan
mādhā
مَاذَا
apa itu
tamurīna
تَأْمُرِينَ
akan kamu perintahkan

Qālū Naĥnu 'Ūlū Qūwatin Wa 'Ūlū Ba'sin Shadīdin Wa Al-'Amru 'Ilayki Fānžurī Mādhā Ta'murīna. (an-Naml 27:33)

Artinya:

Mereka menjawab, “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan.” (QS. [27] An-Naml : 33)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Mendengar permintaan Ratu Balqis, mereka, para pemuka itu menjawab sebagai bentuk loyalitas mereka yang tinggi terhadap Sang Ratu, “Baginda Ratu! “Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa untuk berperang. Tetapi meskipun demikian, keputusan terakhir berada di tanganmu, wahai paduka yang mulia! Maka pertimbangkanlah apa yang akan engkau perintahkan.” kami akan turuti apa yang engkau perintahkan kepada kami."