Skip to main content

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ فَلَنْ اَكُوْنَ ظَهِيْرًا لِّلْمُجْرِمِيْنَ   ( ٱلْقَصَص: ١٧ )

qāla
قَالَ
(Musa) berkata
rabbi
رَبِّ
ya Tuhanku
bimā
بِمَآ
dengan apa/nikmat
anʿamta
أَنْعَمْتَ
telah Engkau anugerahkan
ʿalayya
عَلَىَّ
atasku/kepadaku
falan
فَلَنْ
maka aku tidak
akūna
أَكُونَ
menjadi
ẓahīran
ظَهِيرًا
penolong
lil'muj'rimīna
لِّلْمُجْرِمِينَ
bagi orang-orang yang berdosa

“Qāla Rabbi Bimā 'An`amta `Alayya Falan 'Akūna Žahīrāan Lilmujrimīna.” (al-Q̈aṣaṣ/28:17)

Artinya:

“Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku! Demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, maka aku tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.”” (QS. Al-Qasas: 17)

Puji syukur atas segala anugerah dan nikmat Allah selama ini juga dia panjatkan dengan berkata, "Ya Tuhanku! Demi dan disebabkan nikmat yang selama ini telah Engkau anugerahkan kepadaku sejak dalam perut ibu hingga tobat dan pengampunan-Mu ini, serta aneka nikmat lainnya, maka demi semua itu aku berjanji tidak akan menjadi penolong bagi orang-orong yang berdosa dalam melakukan perbuatan jahat,"