Skip to main content

وَاِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ وَقَالُوْا لَنَآ اَعْمَالُنَا وَلَكُمْ اَعْمَالُكُمْ ۖسَلٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ لَا نَبْتَغِى الْجٰهِلِيْنَ  ( ٱلْقَصَص: ٥٥ )

wa-idhā
وَإِذَا
dan apabila
samiʿū
سَمِعُوا۟
mereka mendengar
l-laghwa
ٱللَّغْوَ
perkara yang sia-sia
aʿraḍū
أَعْرَضُوا۟
mereka berpaling
ʿanhu
عَنْهُ
dari padanya
waqālū
وَقَالُوا۟
dan mereka berkata
lanā
لَنَآ
bagi kami
aʿmālunā
أَعْمَٰلُنَا
amal-amal kami
walakum
وَلَكُمْ
dan bagi kamu
aʿmālukum
أَعْمَٰلُكُمْ
amal-amal kamu
salāmun
سَلَٰمٌ
sejahtera
ʿalaykum
عَلَيْكُمْ
atas kalian
لَا
tidak
nabtaghī
نَبْتَغِى
kami mau/ingin
l-jāhilīna
ٱلْجَٰهِلِينَ
orang-orang yang bodoh/jahil

“Wa 'Idhā Sami`ū Al-Laghwa 'A`rađū `Anhu Wa Qālū Lanā 'A`mālunā Wa Lakum 'A`mālukum Salāmun `Alaykum Lā Nabtaghī Al-Jāhilīna.” (al-Q̈aṣaṣ/28:55)

Artinya:

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.”” (QS. Al-Qasas: 55)

Dan sifat mereka lainnya adalah apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, yang tidak bermanfaat bagi kebaikan hidup dunia dan akhirat, mereka memelihara kehormatan diri mereka dengan berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami yang benar dan tidak akan kami tinggalkan dan bagimu amal-amal kamu yang batil yang dosanya akan kalian tanggung sendiri. Semoga selamatlah kamu. Selamat berpisah, kami akan membiarkan dan tidak mencampuri urusan kamu karena kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang bodoh, yang tidak enggan berpegang teguh pada ajaran Allah.”