Skip to main content

اَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللّٰهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيْدُهٗ ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌ   ( العنكبوت: ١٩ )

awalam
أَوَلَمْ
ataukah tidak
yaraw
يَرَوْا۟
mereka memperhatikan
kayfa
كَيْفَ
bagaimana
yub'di-u
يُبْدِئُ
memulai menciptakan
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
l-khalqa
ٱلْخَلْقَ
makhluk
thumma
ثُمَّ
kemudian
yuʿīduhu
يُعِيدُهُۥٓۚ
Dia mengulanginya
inna
إِنَّ
sesungguhnya
dhālika
ذَٰلِكَ
demikian itu
ʿalā
عَلَى
atas/bagi
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
yasīrun
يَسِيرٌ
mudah

'Awalam Yaraw Kayfa Yubdi'u Allāhu Al-Khalqa Thumma Yu`īduhu 'Inna Dhālika `Alaá Allāhi Yasīrun. (al-ʿAnkabūt 29:19)

Artinya:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS. [29] Al-'Ankabut : 19)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Dan apakah mereka lengah sehingga tidak memperhatikan bagaimana Allah senantiasa memulai penciptaan semua makhluk, termasuk manusia, dari tiada. Setelah Allah menciptakan mereka kemudian Dia mengulanginya kembali setelah hancur dan binasa dengan mengembalikan penciptaan itu seperti semula. Sungguh, mengembalikan penciptaan yang demikian itu sangatlah mudah bagi Allah. Jika demikian, bagaimana mereka mengingkari pengembalian manusia hidup kembali kelak di hari kemudian?