Skip to main content

قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ بَدَاَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللّٰهُ يُنْشِئُ النَّشْاَةَ الْاٰخِرَةَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۚ  ( ٱلْعَنْكَبُوت: ٢٠ )

qul
قُلْ
katakanlah
sīrū
سِيرُوا۟
berjalanlah
فِى
di
l-arḍi
ٱلْأَرْضِ
muka bumi
fa-unẓurū
فَٱنظُرُوا۟
maka perhatikan
kayfa
كَيْفَ
bagaimana
bada-a
بَدَأَ
Dia memulai menciptakan
l-khalqa
ٱلْخَلْقَۚ
makhluk
thumma
ثُمَّ
kemudian
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
yunshi-u
يُنشِئُ
menjadikan
l-nashata
ٱلنَّشْأَةَ
kejadian
l-ākhirata
ٱلْءَاخِرَةَۚ
yang lain
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
ʿalā
عَلَىٰ
atas
kulli
كُلِّ
segala
shayin
شَىْءٍ
sesuatu
qadīrun
قَدِيرٌ
Maha Kuasa

“Qul Sīrū Fī Al-'Arđi Fānžurū Kayfa Bada'a Al-Khalqa Thumma Allāhu Yunshi'u An-Nash'ata Al-'Ākhirata 'Inna Allāha `Alaá Kulli Shay'in Qadīrun.” (al-ʿAnkabūt/29:20)

Artinya:

“Katakanlah, “Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-'Ankabut: 20)

Meski sudah sangat banyak bukti kekuasaan Allah dan keniscayaan hari akhir yang dikemukakan, Allah memerintahkan Nabi Muhammad, Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang mendustakan kebangkitan setelah kematian, “Berjalanlah di muka bumi ke mana saja kaki berjalan, maka perhatikanlah dengan segera bagaimana Allah memulai penciptaan makhluk yang beraneka ragam, kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir dengan membangkitkan manusia setelah mati kelak di akhirat. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.