Skip to main content

وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ   ( ٱلْعَنْكَبُوت: ٦ )

waman
وَمَن
dan barangsiapa
jāhada
جَٰهَدَ
berjihad/berjuang
fa-innamā
فَإِنَّمَا
maka sesungguhnya hanyalah
yujāhidu
يُجَٰهِدُ
dia berjihad
linafsihi
لِنَفْسِهِۦٓۚ
untuk diri sendiri
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
laghaniyyun
لَغَنِىٌّ
benar-benar Maha Kaya
ʿani
عَنِ
dari
l-ʿālamīna
ٱلْعَٰلَمِينَ
semesta alam

“Wa Man Jāhada Fa'innamā Yujāhidu Linafsihi 'Inna Allāha Laghanīyun `Ani Al-`Ālamīna.” (al-ʿAnkabūt/29:6)

Artinya:

“Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Al-'Ankabut: 6)

Dan barangsiapa berjihad dengan mencurahkan segala kemampuannya untuk meninggikan kalimat Allah dan mengorbankan diri dengan selalu bersabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah, maka sesungguhnya pahala, manfaat dan kebaikan jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Tidak ada sedikit pun manfaat amal tersebut yang dibutuhkan oleh Allah. Sungguh, Allah Mahakaya tidak memerlukan sesuatu apa pun dari mereka, bahkan dari seluruh alam.