Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
هَٰٓأَنتُمْ
kamu ini
أُو۟لَآءِ
beginilah
تُحِبُّونَهُمْ
kamu menyukai mereka
وَلَا
dan tidak
يُحِبُّونَكُمْ
mereka menyukai kamu
وَتُؤْمِنُونَ
dan kamu beriman
بِٱلْكِتَٰبِ
dengan/kepada Kitab
كُلِّهِۦ
semuanya
وَإِذَا
dan apabila
لَقُوكُمْ
mereka menjumpai kamu
قَالُوٓا۟
mereka berkata
ءَامَنَّا
kami beriman
وَإِذَا
dan apabila
خَلَوْا۟
mereka menyendiri
عَضُّوا۟
mereka menggigit
عَلَيْكُمُ
atas kalian
ٱلْأَنَامِلَ
jari-jari
مِنَ
dari
ٱلْغَيْظِۚ
kemarahan/kebencian
قُلْ
katakanlah
مُوتُوا۟
matilah kamu
بِغَيْظِكُمْۗ
dengan kemarahanmu
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
عَلِيمٌۢ
Maha Mengetahui
بِذَاتِ
dengan yang ada di dalam
ٱلصُّدُورِ
dada/hati

Hā'antum 'Ūlā'i Tuĥibbūnahum Wa Lā Yuĥibbūnakum Wa Tu'uminūna Bil-Kitābi Kullihi Wa 'Idhā Laqūkum Qālū 'Āmannā Wa 'Idhā Khalaw `Ađđū `Alaykum Al-'Anāmila Mina Al-Ghayži Qul Mūtū Bighayžikum 'Inna Allāha `Alīmun Bidhāti Aş-Şudūri.

Tafsir Bahasa:

Beginilah kamu! Kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab. Apabila mereka berjumpa kamu, mereka berkata, “Kami beriman,” dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah dan benci kepadamu. Katakanlah, “Matilah kamu karena kemarahanmu itu!” Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

(119) Ayat ini menambah penjelasan mengenai sebab-sebab mengapa orang-orang kafir itu tidak boleh dijadikan teman akrab yaitu; 1. Mereka tidak menyukai kesuksesan kaum Muslimin dan menginginkan agar Muslimin selalu dalam kesulitan dan kesusahan, padahal mereka telah dianggap sebagai saudara dan kepada mereka telah diberikan hak yang sama dengan hak kaum Muslimin sendiri. 2. Kaum Muslimin mempercayai semua Kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk membenci Ahli Kitab karena banyak di antara Muslimin yang sayang kepada mereka, bergaul secara baik dengan mereka. Tetapi mereka tidak juga menyenangi Muslimin bahkan tetap mempunyai keinginan untuk mencelakakan. 3. Banyak di antara mereka yang munafik, apabila berhadapan dengan Muslimin mereka mengucapkan kata-kata manis seakan-akan benar-benar teman sejati, percaya kepada kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw, tetapi bila mereka kembali kepada golongannya, mereka bersikap lain dan mengatakan dengan terang-terangan kebencian dan kemarahan mereka terhadap kaum Muslimin. Mereka sampai menggigit jari karena iri melihat kaum Muslimin tetap bersatu, seia sekata, dan selalu berhasil dalam menghadapi musuh Islam. Oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar dengan tegas mengatakan kepada mereka; ¦ "Matilah kamu karena kemarahanmu itu!" Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (Ali 'Imran/3;119). Allah mengetahui segala niat yang tersimpan dalam hati kaum Muslimin yang mencintai orang-orang kafir itu sebagaimana Dia mengetahui pula keburukan hati orang-orang kafir. Maka Dia akan membalas kebaikan hati kaum Muslimin dengan balasan yang berlipat ganda dan akan membalas pula kejahatan orang kafir dengan balasan yang setimpal.