Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
إِذْ
ketika
هَمَّت
ingin
طَّآئِفَتَانِ
dua golongan
مِنكُمْ
dari padamu
أَن
bahwa
تَفْشَلَا
keduanya takut
وَٱللَّهُ
dan Allah
وَلِيُّهُمَاۗ
penolong keduanya
وَعَلَى
dan atas/kepada
ٱللَّهِ
Allah
فَلْيَتَوَكَّلِ
maka hendaklah bertawakkal
ٱلْمُؤْمِنُونَ
orang-orang mukmin

'Idh Hammat Ţā'ifatāni Minkum 'An Tafshalā Wa Allāhu Walīyuhumā Wa `Alaá Allāhi Falyatawakkal Al-Mu'uminūna.

Tafsir Bahasa:

Ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong mereka. Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

(122) Dalam suasana yang sulit dan tidak menguntungkan itu ada dua golongan di antara kaum Muslimin yang hampir patah semangatnya setelah mengetahui bahwa tiga ratus orang dari pasukan kaum Muslimin tidak mau ikut bertempur dan telah kembali ke Medinah. Mereka yang hampir patah semangatnya itu ialah Bani Salamah dari suku Khazraj dan Bani Haritsah dari suku Aus masing-masing sayap kanan dan kiri. Mereka terpengaruh oleh suasana yang amat mencemaskan dan merasa daripada dihancurkan oleh musuh yang demikian besar lebih baik mundur. Untunglah perasaan patah semangat itu tidak lama mempengaruhi mereka karena mereka adalah orang-orang yang penuh tawakal kepada Allah dan tetap berkeyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang bersabar dan bertakwa kepada-Nya.