Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
فَبِمَا
maka dengan
رَحْمَةٍ
rahmat
مِّنَ
dari
ٱللَّهِ
Allah
لِنتَ
kamu berlaku lemah lembut
لَهُمْۖ
bagi/terhadap mereka
وَلَوْ
dan sekiranya
كُنتَ
kamu adalah
فَظًّا
bersikap keras
غَلِيظَ
kasar
ٱلْقَلْبِ
hati
لَٱنفَضُّوا۟
tentu mereka akan menjauhkan diri
مِنْ
dari
حَوْلِكَۖ
sekelilingmu
فَٱعْفُ
maka maafkanlah
عَنْهُمْ
dari mereka
وَٱسْتَغْفِرْ
dan mohonkan ampun
لَهُمْ
bagi mereka
وَشَاوِرْهُمْ
dan bermusyawarahlah dengan mereka
فِى
dalam
ٱلْأَمْرِۖ
urusan
فَإِذَا
maka apabila
عَزَمْتَ
kamu membulatkan tekad
فَتَوَكَّلْ
maka bertawakkallah
عَلَى
atas/kepada
ٱللَّهِۚ
Allah
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
يُحِبُّ
Dia menyukai
ٱلْمُتَوَكِّلِينَ
orang-orang yang bertawakkal

Fabimā Raĥmatin Mina Allāhi Linta Lahum Wa Law Kunta Fažžāan Ghalīža Al-Qalbi Lānfađđū Min Ĥawlika Fā`fu `Anhum Wa Astaghfir Lahum Wa Shāwirhum Fī Al-'Amri Fa'idhā `Azamta Fatawakkal `Alaá Allāhi 'Inna Allāha Yuĥibbu Al-Mutawakkilīna.

Tafsir Bahasa:

Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.

(159) Meskipun dalam keadaan genting, seperti terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin dalam Perang Uhud sehingga menyebabkan kaum Muslimin menderita, tetapi Rasulullah tetap bersikap lemah lembut dan tidak marah terhadap para pelanggar itu, bahkan memaafkannya, dan memohonkan ampunan dari Allah untuk mereka. Andaikata Nabi Muhammad saw bersikap keras, berhati kasar tentulah mereka akan menjauhkan diri dari beliau. Di samping itu Nabi Muhammad saw selalu bermusyawarah dengan mereka dalam segala hal, apalagi dalam urusan peperangan. Oleh karena itu kaum Muslimin patuh melaksanakan keputusan-keputusan musyawarah itu karena keputusan itu merupakan keputusan mereka sendiri bersama Nabi. Mereka tetap berjuang dan berjihad di jalan Allah dengan tekad yang bulat tanpa menghiraukan bahaya dan kesulitan yang mereka hadapi. Mereka bertawakal sepenuhnya kepada Allah, karena tidak ada yang dapat membela kaum Muslimin selain Allah.