Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
لَّقَدْ
sesungguhnya
سَمِعَ
telah mendengar
ٱللَّهُ
Allah
قَوْلَ
perkataan
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
قَالُوٓا۟
(mereka) mengatakan
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
فَقِيرٌ
miskin
وَنَحْنُ
dan kami
أَغْنِيَآءُۘ
orang-orang kaya
سَنَكْتُبُ
akan Kami catat
مَا
apa
قَالُوا۟
mereka katakan
وَقَتْلَهُمُ
dan pembunuhan mereka
ٱلْأَنۢبِيَآءَ
Nabi-Nabi
بِغَيْرِ
dengan tanpa (alasan)
حَقٍّ
benar
وَنَقُولُ
dan Kami katakan
ذُوقُوا۟
rasakanlah olehmu
عَذَابَ
azab
ٱلْحَرِيقِ
yang membakar

Laqad Sami`a Allāhu Qawla Al-Ladhīna Qālū 'Inna Allāha Faqīrun Wa Naĥnu 'Aghniyā'u Sanaktubu Mā Qālū Wa Qatlahum Al-'Anbiyā'a Bighayri Ĥaqqin Wa Naqūlu Dhūqū `Adhāba Al-Ĥarīqi.

Tafsir Bahasa:

Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.” Kami akan mencatat perkataan mereka dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan Kami akan mengatakan (kepada mereka), “Rasakanlah olehmu azab yang membakar!”

(181) Ketika turun wahyu Allah; Barang siapa meminjami Allah (menginfakkan hartanya) dengan pinjaman yang baik ¦(al-Baqarah/2;245), maka datanglah seorang Yahudi kepada Rasulullah saw dan berkata, "Apakah Tuhanmu fakir? Lalu meminta-minta kepada hamba-Nya agar diberi pinjaman? Kami ini adalah orang-orang yang kaya." Maka turunlah ayat ini. Sesungguhnya Allah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah fakir dan kami ini kaya." Dan percayalah bahwa kata-kata dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar itu akan dicatat, kemudian sebagai balasan, mereka akan diberi ganjaran azab yang setimpal. Pada waktu itulah Allah akan mengatakan kepada mereka, "Rasakanlah azab yang membakar ini sebagaimana pengikut-pengikut rasul telah merasakan pedihnya kata-katamu di dunia yang menusuk perasaan."