Skip to main content

فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُ ۗوَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ  ( ٱلرُّوم: ٤ )

فِى
dalam
biḍ'ʿi
بِضْعِ
beberapa
sinīna
سِنِينَۗ
tahun
lillahi
لِلَّهِ
bagi Allah
l-amru
ٱلْأَمْرُ
urusan
min
مِن
dari
qablu
قَبْلُ
sebelum
wamin
وَمِنۢ
dan dari
baʿdu
بَعْدُۚ
sesudah
wayawma-idhin
وَيَوْمَئِذٍ
dan pada hari itu
yafraḥu
يَفْرَحُ
bergembira
l-mu'minūna
ٱلْمُؤْمِنُونَ
orang-orang yang beriman

“Fī Biđ`i Sinīna Lillāhi Al-'Amru Min Qablu Wa Min Ba`du Wa Yawma'idhin Yafraĥu Al-Mu'uminūna.” (ar-Rūm/30:4)

Artinya:

“dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,” (QS. Ar-Rum: 4)

Kemenangan kembali bangsa Romawi itu terjadi dalam beberapa tahun lagi, antara tiga hingga sembilan tahun. Milik Allah-lah urusan sebelum dan setelah kekalahan bangsa Persia dan kemenangan bangsa Romawi. Dan pada hari kemenangan bangsa Romawi itu bergembiralah orang-orang yang beriman. Kegembiraan ini bukan semata karena kemenangan bangsa Romawi yang percaya Tuhan atas bangsa Persia yang musyrik, tetapi lebih karena terbuktinya janji Allah yang diinformasikan pada ayat-ayat ini.