Skip to main content

تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ  ( ٱلسَّجْدَة: ١٦ )

tatajāfā
تَتَجَافَىٰ
menjauhkan
junūbuhum
جُنُوبُهُمْ
lambung mereka
ʿani
عَنِ
dari
l-maḍājiʿi
ٱلْمَضَاجِعِ
tempat berbaring/tidur
yadʿūna
يَدْعُونَ
mereka berdo'a
rabbahum
رَبَّهُمْ
Tuhan mereka
khawfan
خَوْفًا
rasa takut
waṭamaʿan
وَطَمَعًا
dan berharap
wamimmā
وَمِمَّا
dan dari apa/rezeki
razaqnāhum
رَزَقْنَٰهُمْ
Kami berikan rezeki mereka
yunfiqūna
يُنفِقُونَ
mereka menafkahkan

“Tatajāfaá Junūbuhum `An Al-Mađāji`i Yad`ūna Rabbahum Khawfāan Wa Ţama`āan Wa Mimmā Razaqnāhum Yunfiqūna.” (as-Sajdah/32:16)

Artinya:

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)

Orang yang beriman itu terbiasa bangun pada malam hari untuk salat malam, membuat lambung mereka jauh dari tempat tidurnya. Usai salat malam mereka berdoa kepada Tuhannya dengan penuh rasa takut terhadap azab Allah dan penuh harap atas rahmat-Nya, dan mereka senantiasa menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka, terutama kepada yang membutuhkan.