Skip to main content

وَلَنُذِيْقَنَّهُمْ مِّنَ الْعَذَابِ الْاَدْنٰى دُوْنَ الْعَذَابِ الْاَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ  ( ٱلسَّجْدَة: ٢١ )

walanudhīqannahum
وَلَنُذِيقَنَّهُم
dan sungguh Kami rasakan kepada mereka
mina
مِّنَ
dari sebagian
l-ʿadhābi
ٱلْعَذَابِ
azab
l-adnā
ٱلْأَدْنَىٰ
dekat
dūna
دُونَ
bukan
l-ʿadhābi
ٱلْعَذَابِ
azab
l-akbari
ٱلْأَكْبَرِ
besar
laʿallahum
لَعَلَّهُمْ
agar mereka
yarjiʿūna
يَرْجِعُونَ
mereka kembali

“Wa Lanudhīqannahum Mina Al-`Adhābi Al-'Adnaá Dūna Al-`Adhābi Al-'Akbari La`allahum Yarji`ūna.” (as-Sajdah/32:21)

Artinya:

“Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat); agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. As-Sajdah: 21)

Sebelum mendapat azab di akhirat, orang-orang kafir itu sebenarnya sudah tertimpa azab di dunia. Dan pasti Kami timpakan kepada mereka sebagian siksa yang dekat, yakni di dunia, berupa bermacam musibah sebelum azab yang lebih besar di akhirat nanti. Itu semua Allah timpakan agar mereka kembali ke jalan yang benar. Inilah bentuk kasih sayang Allah kepada manusia, bahkan yang durhaka. Allah sudah memberi peringatan tetapi mereka tidak menyadari.