Skip to main content

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَرْسَلْنٰكَ شَاهِدًا وَّمُبَشِّرًا وَّنَذِيْرًاۙ   ( ٱلْأَحْزَاب: ٤٥ )

yāayyuhā
يَٰٓأَيُّهَا
hai
l-nabiyu
ٱلنَّبِىُّ
nabi
innā
إِنَّآ
sesungguhnya Kami
arsalnāka
أَرْسَلْنَٰكَ
Kami mengutusmu
shāhidan
شَٰهِدًا
menjadi saksi
wamubashiran
وَمُبَشِّرًا
dan pembawa kabar gembira
wanadhīran
وَنَذِيرًا
dan pemberi peringatan

“Yā 'Ayyuhā An-Nabīyu 'Innā 'Arsalnāka Shāhidāan Wa Mubashshirāan Wa Nadhīrāan.” (al-ʾAḥzāb/33:45)

Artinya:

“Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan,” (QS. Al-Ahzab: 45)

Usai menjelaskan agungnya rahmat yang Allah berikan kepada orang beriman, Allah lalu menjelaskan fungsi pengutusan Nabi Muhammad. Wahai Nabi Muhammad! Sesungguhnya Kami mengutusmu kepada seluruh umat manusia untuk menjadi saksi kebenaran agama Islam dan agama yang dibawa para rasul sebelum kamu, pembawa kabar gembira bagi mereka yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya serta beramal saleh, dan pemberi peringatan kepada orang-orang yang tidak menerima ajaran Allah,