Skip to main content

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا   ( ٱلْأَحْزَاب: ٥٦ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
wamalāikatahu
وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ
dan malaikat-malaikatnya
yuṣallūna
يُصَلُّونَ
menyampaikan/mohon rahmat
ʿalā
عَلَى
atas
l-nabiyi
ٱلنَّبِىِّۚ
nabi
yāayyuhā
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوا۟
beriman
ṣallū
صَلُّوا۟
mohonkan rahmat
ʿalayhi
عَلَيْهِ
atasnya
wasallimū
وَسَلِّمُوا۟
dan mohonkan keselamatan
taslīman
تَسْلِيمًا
kesejahteraan/penghormatan

“'Inna Allāha Wa Malā'ikatahu Yuşallūna `Alaá An-Nabīyi Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū Şallū `Alayhi Wa Sallimū Taslīmāan.” (al-ʾAḥzāb/33:56)

Artinya:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56)

Allah menurunkan ketentuan tentang etika bagi umat Islam ketika berinteraksi dengan istri-istri untuk menjaga kehormatan dan keagungan pribadi Rasulullah. Di antara bukti keagungan beliau ialah bahwa sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Salawat dari Allah berarti memberi rahmat, dan dari malaikat berarti memohonkan ampunan. Karena itu, wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi, seperti dengan berkata "Allàhumma salli ‘alà Muhammad (semoga Allah melimpahkan kebaikan dan ke-berkahan kepada Nabi Muhammad)", dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya, dengan mengucapkan perkataan seperti "Assalàmu ‘alaika ayyuhan-nabiy (semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi)."