Skip to main content

لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فِيْ مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ ۚجَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّشِمَالٍ ەۗ كُلُوْا مِنْ رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوْا لَهٗ ۗبَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَّرَبٌّ غَفُوْرٌ  ( سَبَأ: ١٥ )

laqad
لَقَدْ
sesungguhnya
kāna
كَانَ
adalah
lisaba-in
لِسَبَإٍ
bagi kaum Saba
فِى
di
maskanihim
مَسْكَنِهِمْ
tempat kediaman mereka
āyatun
ءَايَةٌۖ
tanda-tanda
jannatāni
جَنَّتَانِ
dua kebun
ʿan
عَن
dari
yamīnin
يَمِينٍ
sebelah kanan
washimālin
وَشِمَالٍۖ
dan sebelah kiri
kulū
كُلُوا۟
makanlah
min
مِن
dari
riz'qi
رِّزْقِ
rizki
rabbikum
رَبِّكُمْ
Tuhan kalian
wa-ush'kurū
وَٱشْكُرُوا۟
dan bersyukurlah
lahu
لَهُۥۚ
kepada-Nya
baldatun
بَلْدَةٌ
negeri
ṭayyibatun
طَيِّبَةٌ
yang baik
warabbun
وَرَبٌّ
dan Tuhan
ghafūrun
غَفُورٌ
Maha Pengampun

“Laqad Kāna Lisaba'iin Fī Maskanihim 'Āyatun Jannatāni `An Yamīnin Wa Shimālin Kulū Min Rizqi Rabbikum Wa Ashkurū Lahu Baldatun Ţayyibatun Wa Rabbun Ghafūrun.” (Sabaʾ/34:15)

Artinya:

“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”” (QS. Saba': 15)

Allah telah memberikan anugerah yang besar kepada hamba-Nya yang taat dan bersyukur dengan mengerjakan amal saleh, antara lain Nabi Daud dan Sulaiman. Hal ini berbeda dengan yang terjadi kepada Kaum Saba’. Mereka mengingkari nikmat Allah sehingga Allah menghukum mereka. Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda kebesaran Allah di tempat kediaman mereka di Yaman Selatan, yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri negeri mereka. Kepada mereka dikatakan, “Makanlah olehmu dari rezeki anugerah Tuhan Pemelihara-mu dan bersyukurlah kepada-Nya. Negerimu adalah negeri yang baik, nyaman, sentosa, dan murah rezeki, sedang Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun kepada siapa pun yang mau bertobat.”