Skip to main content

فَاَعْرَضُوْا فَاَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنٰهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ اُكُلٍ خَمْطٍ وَّاَثْلٍ وَّشَيْءٍ مِّنْ سِدْرٍ قَلِيْلٍ   ( سَبَأ: ١٦ )

fa-aʿraḍū
فَأَعْرَضُوا۟
maka mereka berpaling
fa-arsalnā
فَأَرْسَلْنَا
maka Kami kirimkan
ʿalayhim
عَلَيْهِمْ
atas mereka
sayla
سَيْلَ
banjir
l-ʿarimi
ٱلْعَرِمِ
besar
wabaddalnāhum
وَبَدَّلْنَٰهُم
dan Kami ganti mereka
bijannatayhim
بِجَنَّتَيْهِمْ
dengan kedua kebun mereka
jannatayni
جَنَّتَيْنِ
dua kebun
dhawātay
ذَوَاتَىْ
keduanya mempunyai
ukulin
أُكُلٍ
makanan/buah
khamṭin
خَمْطٍ
pahit
wa-athlin
وَأَثْلٍ
dan cemara
washayin
وَشَىْءٍ
dan sesuatu
min
مِّن
dari
sid'rin
سِدْرٍ
bidara
qalīlin
قَلِيلٍ
sedikit

“Fa'a`rađū Fa'arsalnā `Alayhim Sayla Al-`Arimi Wa Baddalnāhum Bijannatayhim Jannatayni Dhawātaá 'Ukulin Khamţin Wa 'Athlin Wa Shay'in Min Sidrin Qalīlin.” (Sabaʾ/34:16)

Artinya:

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit pohon Sidr.” (QS. Saba': 16)

Namun, kenikmatan itu justru membuat kaum Saba’ lupa diri dan ingkar kepada Allah. Adalah kecenderungan manusia apabila mempunyai kelebihan atas orang lain, baik berupa harta, kepandaian, jabatan, dan sebagainya, mereka akan angkuh dan sombong. Itulah yang terjadi pada Kaum Saba’. Mereka merasakan agungnya nikmat Allah, tetapi mereka berpaling, tidak mensyukurinya, dan justru mendurhakai-Nya. Maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan menjebol Bendungan Ma’rib serta memusnahkan perkebunan mereka. Bendungan Ma’rib adalah bendungan yang sangat kuat dan terbesar di Yaman saat itu. Sekilas bendungan ini tampak terjadi secara alami karena berada di antara dua gunung, lalu di kedua ujungnya dibuat bangunan sehinga mampu menampung air hujan dalam jumlah besar. Air yang tertampung dapat mengairi kawasan di sekitarnya hingga jarak 300 mil. Dan usai banjir itu Kami ganti kedua kebun mereka yang semula menghasilkan buah-buahan yang mencukupi kebutuhan mereka, dengan dua kebun yang ditumbuhi pohon-pohon yang berbuah pahit, yaitu pohon Ašl (sejenis cemara, tidak berbuah dan penuh duri), dan sedikit pohon Sidr (sejenis pohon bidara). Kedua pohon tersebut sangat sedikit manfaatnya bagi mereka.