Skip to main content

قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ࣖ  ( سَبَأ: ٣٦ )

qul
قُلْ
katakanlah
inna
إِنَّ
sesungguhnya
rabbī
رَبِّى
Tuhanku
yabsuṭu
يَبْسُطُ
Dia melapangkan
l-riz'qa
ٱلرِّزْقَ
rizki
liman
لِمَن
bagi siapa
yashāu
يَشَآءُ
Dia kehendaki
wayaqdiru
وَيَقْدِرُ
dan Dia menyempitkan
walākinna
وَلَٰكِنَّ
akan tetapi
akthara
أَكْثَرَ
kebanyakan
l-nāsi
ٱلنَّاسِ
manusia
لَا
tidak
yaʿlamūna
يَعْلَمُونَ
mereka mengetahui

“Qul 'Inna Rabbī Yabsuţu Ar-Rizqa Liman Yashā'u Wa Yaqdiru Wa Lakinna 'Akthara An-Nāsi Lā Ya`lamūna.” (Sabaʾ/34:36)

Artinya:

“Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki), tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”” (QS. Saba': 36)

Membantah dugaan tersebut, Allah berfirman, “Katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad, ‘Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki, tidak peduli dia mukmin ataupun kafir. Tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui hikmah dari ketetapan Allah itu. Ba-nyak atau sedikitnya rezeki tidak berbanding lurus dengan kecintaan Allah kepada seseorang atau kedudukannya di sisi Allah (Lihat juga: al-Mu’minùn/23: 55–56 dan at-Tagàbun/64: 15).”