Skip to main content

وَقَالُوْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالًا وَّاَوْلَادًاۙ وَّمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ   ( سَبَأ: ٣٥ )

waqālū
وَقَالُوا۟
dan mereka berkata
naḥnu
نَحْنُ
kami
aktharu
أَكْثَرُ
lebih banyak
amwālan
أَمْوَٰلًا
harta
wa-awlādan
وَأَوْلَٰدًا
dan anak-anak
wamā
وَمَا
dan tidaklah
naḥnu
نَحْنُ
kami
bimuʿadhabīna
بِمُعَذَّبِينَ
orang-orang yang disiksa

“Wa Qālū Naĥnu 'Aktharu 'Amwālāan Wa 'Awlādāan Wa Mā Naĥnu Bimu`adhdhabīna.” (Sabaʾ/34:35)

Artinya:

“Dan mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami tidak akan diazab.”” (QS. Saba': 35)

Penolakan itu dibarengi kesombongan dan keangkuhan akibat kekayaan dan keturunan yang Allah anugerahkan kepada mereka. Dan mereka berkata, “Kami memiliki lebih banyak harta dan anak-anak daripada kamu, dan kami tidak akan diazab sebab Allah mengasihi kami. Dia memberi kami limpahan nikmat yang besar di dunia ini dan membebaskan kami dari azab di akhirat nanti.” Sungguh, hal itu hanyalah dugaan mereka yang tenggelam dalam kenikmatan duniawi.