Skip to main content

مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا ۚوَمَا يُمْسِكْۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ   ( فاطر: ٢ )

مَّا
apa
yaftaḥi
يَفْتَحِ
yang bukakan/anugerahkan
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
lilnnāsi
لِلنَّاسِ
bagi manusia
min
مِن
dari
raḥmatin
رَّحْمَةٍ
suatu rahmat
falā
فَلَا
maka tidak ada
mum'sika
مُمْسِكَ
yang menahan
lahā
لَهَاۖ
baginya
wamā
وَمَا
dan apa
yum'sik
يُمْسِكْ
Dia menahan
falā
فَلَا
maka tidak ada
mur'sila
مُرْسِلَ
menyampaikan/melepaskan
lahu
لَهُۥ
baginya
min
مِنۢ
dari
baʿdihi
بَعْدِهِۦۚ
sesudah itu
wahuwa
وَهُوَ
dan Dia
l-ʿazīzu
ٱلْعَزِيزُ
Maha Perkasa
l-ḥakīmu
ٱلْحَكِيمُ
Maha Bijaksana

Mā Yaftaĥ Allāhu Lilnnāsi Min Raĥmatin Falā Mumsika Lahā Wa Mā Yumsik Falā Mursila Lahu Min Ba`dihi Wa Huwa Al-`Azīzu Al-Ĥakīmu. (Fāṭir 35:2)

Artinya:

Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. (QS. [35] Fatir : 2)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Apa saja di antara rahmat Allah, seperti kesehatan, rezeki, ilmu, dan lainnya, yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Mahaperkasa untuk berbuat sesuai kehendak-Nya, Mahabijaksana dalam setiap ketetapan-Nya.