Skip to main content

قَالُوْٓا اِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْۚ لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهُوْا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُمْ مِّنَّا عَذَابٌ اَلِيْمٌ   ( يس: ١٨ )

qālū
قَالُوٓا۟
mereka berkata
innā
إِنَّا
sesungguhnya kami
taṭayyarnā
تَطَيَّرْنَا
kami sial/celaka
bikum
بِكُمْۖ
dengan/untuk kalian
la-in
لَئِن
sungguh jika
lam
لَّمْ
tidak
tantahū
تَنتَهُوا۟
kamu berhenti
lanarjumannakum
لَنَرْجُمَنَّكُمْ
niscaya kami lempari batu kamu
walayamassannakum
وَلَيَمَسَّنَّكُم
dan sungguh akan menimpa kamu
minnā
مِّنَّا
dari kami
ʿadhābun
عَذَابٌ
siksaan
alīmun
أَلِيمٌ
pedih

“Qālū 'Innā Taţayyarnā Bikum La'in Lam Tantahū Lanarjumannakum Wa Layamassannakum Minnā `Adhābun 'Alīmun.” (Yāʾ Sīn/36:18)

Artinya:

“Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”” (QS. Yasin: 18)

Ketiga utusan itu tidak berhenti menyampaikan dakwah mereka, hingga mereka, yakni para penduduk negeri itu, menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kehadiran dan ajaran kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti menyeru kami untuk beriman kepada Allah dan hari Kiamat, niscaya kami rajam dan lempari kamu dengan batu sampai mati, dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”