Skip to main content

قَالُوْا طَاۤىِٕرُكُمْ مَّعَكُمْۗ اَىِٕنْ ذُكِّرْتُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُوْنَ   ( يس: ١٩ )

qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
ṭāirukum
طَٰٓئِرُكُم
kesialan/kecelakaan kamu
maʿakum
مَّعَكُمْۚ
bersamamu/karena kamu
a-in
أَئِن
apakah jika
dhukkir'tum
ذُكِّرْتُمۚ
kamu diberi peringatan
bal
بَلْ
bahkan/tetapi
antum
أَنتُمْ
kamu
qawmun
قَوْمٌ
kaum
mus'rifūna
مُّسْرِفُونَ
orang-orang yang melampaui batas

“Qālū Ţā'irukum Ma`akum 'A'in Dhukkirtum Bal 'Antum Qawmun Musrifūna.” (Yāʾ Sīn/36:19)

Artinya:

“Mereka (utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”” (QS. Yasin: 19)

Mereka, yakni ketiga utusan itu, berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena perbuatan buruk kamu sendiri. Kamu bernasib buruk akibat keengganan kamu menerima ajakan kami. Apakah karena kamu diberi peringatan, lalu kamu menuduh kami sebagai penyebab kemalangan itu? Tuduhan kamu sama sekali tidak benar! Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas dalam kedurhakaan sehingga mengakibatkan penderitaan yang kamu sebut sebagai nasib sial.”