Skip to main content

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ وَّعَادٌ وَّفِرْعَوْنُ ذُو الْاَوْتَادِۙ  ( ص: ١٢ )

kadhabat
كَذَّبَتْ
telah mendustakan
qablahum
قَبْلَهُمْ
sebelum mereka
qawmu
قَوْمُ
kaum
nūḥin
نُوحٍ
Nuh
waʿādun
وَعَادٌ
dan 'Ad
wafir'ʿawnu
وَفِرْعَوْنُ
dan Fir'aun
dhū
ذُو
mempunyai
l-awtādi
ٱلْأَوْتَادِ
bala tentara

“Kadhdhabat Qablahum Qawmu Nūĥin Wa `Ādun Wa Fir`awnu Dhū Al-'Awtādi.” (Ṣād/38:12)

Artinya:

“Sebelum mereka itu, kaum Nuh, ‘Ad dan Fir’aun yang mempunyai bala tentara yang banyak, juga telah mendustakan (rasul-rasul),” (QS. Sad: 12)

Kebenaran pasti akan menang melawan kebatilan, dan hal itu terbukti dengan hancurnya para penentang nabi-nabi terdahulu. Bila kaum musyrik Mekah mendustakan Nabi Muhammad maka sebelum mereka itu kaum Nabi Nuh, ‘Ad, dan Fir’aun yang mempunyai bala tentara yang banyak juga telah mendustakan rasul-rasul Allah. Musuh Nabi Nuh dihancurkan dengan banjir besar, kaum ‘Ad dengan angin kencang, dan Fir’aun ditenggelamkan di laut Merah.