Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَإِذَا
dan apabila
ضَرَبْتُمْ
kamu bepergian
فِى
di
ٱلْأَرْضِ
muka bumi
فَلَيْسَ
maka tidak
عَلَيْكُمْ
atas kalian
جُنَاحٌ
berdosa
أَن
bahwa
تَقْصُرُوا۟
kamu mengqasar
مِنَ
dari
ٱلصَّلَوٰةِ
sholat
إِنْ
jika
خِفْتُمْ
kamu takut
أَن
akan
يَفْتِنَكُمُ
memfitnah/menyerang
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَفَرُوٓا۟ۚ
kafir/ingkar
إِنَّ
sesungguhnya
ٱلْكَٰفِرِينَ
orang-orang kafir
كَانُوا۟
adalah mereka
لَكُمْ
bagi kalian
عَدُوًّا
musuh
مُّبِينًا
nyata

Wa 'Idhā Đarabtum Fī Al-'Arđi Falaysa `Alaykum Junāĥun 'An Taqşurū Mina Aş-Şalāati 'In Khiftum 'An Yaftinakum Al-Ladhīna Kafarū 'Inna Al-Kāfirīna Kānū Lakum `Adūwāan Mubīnāan.

Tafsir Bahasa:

Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar shalat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

(101) Mengapa kaum Muslimin mengingkari Allah dan mengikuti Ahli Kitab, padahal mereka telah mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepada mereka dan ayat-ayat itu adalah sumber petunjuk yang mengandung segala macam kebaikan dan selalu menganjurkan agar memelihara keimanan sedang Rasulullah sendiri masih berada di tengan-tengah mereka sebagai lambang kebenaran, kebajikan dan persaudaraan. Maka pantaskah orang mukmin yang telah diberi anugerah oleh Allah sedemikian besar mengikuti segolongan orang yang sudah nyata sesat sebelumnya dan menyesatkan orang banyak dari jalan yang lurus? Karena itu hendaklah seorang mukmin berpegang teguh kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya. Dengan demikian akan terpeliharalah mereka dan selalu berada dalam lingkungan hidayah-Nya, tidak akan sesat untuk selama-lamanya dan tidak akan merasa takut.