Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَءَاتُوا۟
dan berikanlah
ٱلنِّسَآءَ
perempuan-perempuan
صَدُقَٰتِهِنَّ
maskawin mereka
نِحْلَةًۚ
ikhlas/wajib
فَإِن
maka jika
طِبْنَ
mereka baik hati/menyerahkan
لَكُمْ
bagi kalian
عَن
dari
شَىْءٍ
sesuatu (sebagian)
مِّنْهُ
daripadanya (maskawin)
نَفْسًا
sendirian/senang hati
فَكُلُوهُ
maka makanlah ia
هَنِيٓـًٔا
dengan puas
مَّرِيٓـًٔا
cukup

Wa 'Ātū An-Nisā' Şaduqātihinna Niĥlatan Fa'in Ţibna Lakum `An Shay'in Minhu Nafsāan Fakulūhu Hanī'āan Marī'āan.

Tafsir Bahasa:

Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.

(4) Sebelum Al-Qur'an diturunkan, Taurat dan Injil menjadi petunjuk bagi manusia, dan kemudian diturunkanlah Al-Furqan yaitu Al-Qur'an, kitab yang dapat membedakan antara yang benar dengan yang salah. Pada akhir ayat ini, Allah mengancam dengan azab yang pedih terhadap orang-orang yang tetap ingkar dan tidak mau tahu dengan kitab-kitab yang telah diturunkan Allah kepada para rasul, orang-orang yang tidak mau menggunakan akal pikirannya untuk membedakan antara kepercayaan yang benar dengan yang salah, antara agama-agama yang diridai Allah dengan yang tidak diridai-Nya. Mereka semua akan dimasukkan ke dalam neraka. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengubah keputusan Allah dan tidak ada yang dapat mengelakkan dan mempertahankan diri dari azab-Nya. Allah akan membalas segala bentuk keingkaran dan pembangkangan terhadap hukum-hukum-Nya serta mengazab pelaku-pelakunya dengan azab yang setimpal.