Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
يَٰٓأَيُّهَا
wahai
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ءَامَنُوٓا۟
beriman
إِذَا
apabila
ضَرَبْتُمْ
kamu berperang
فِى
pada
سَبِيلِ
jalan
ٱللَّهِ
Allah
فَتَبَيَّنُوا۟
maka teliti olehmu
وَلَا
dan jangan
تَقُولُوا۟
kamu mengatakan
لِمَنْ
kepada orang yang
أَلْقَىٰٓ
menjatuhkan/mengatakan
إِلَيْكُمُ
kepadamu
ٱلسَّلَٰمَ
salam
لَسْتَ
kamu bukan
مُؤْمِنًا
seorang mukmin
تَبْتَغُونَ
kamu mencari
عَرَضَ
harta benda
ٱلْحَيَوٰةِ
kehidupan
ٱلدُّنْيَا
dunia
فَعِندَ
maka disisi
ٱللَّهِ
Allah
مَغَانِمُ
rampasan perang
كَثِيرَةٌۚ
yang banyak
كَذَٰلِكَ
demikianlah
كُنتُم
kalian adalah
مِّن
dari
قَبْلُ
sebelum/dahulu
فَمَنَّ
maka menganugerahkan nikmat
ٱللَّهُ
Allah
عَلَيْكُمْ
atas kalian
فَتَبَيَّنُوٓا۟ۚ
maka telitilah olehmu
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
كَانَ
adalah
بِمَا
dengan/terhadap apa
تَعْمَلُونَ
kamu kerjakan
خَبِيرًا
Maha Mengetahui

Yā 'Ayyuhā Al-Ladhīna 'Āmanū 'Idhā Đarabtum Fī Sabīli Allāhi Fatabayyanū Wa Lā Taqūlū Liman 'Alqaá 'Ilaykum As-Salāma Lasta Mu'umināan Tabtaghūna `Arađa Al-Ĥayāati Ad-Dunyā Fa`inda Allāhi Maghānimu Kathīratun Kadhālika Kuntum Min Qablu Famanna Allāhu `Alaykum Fatabayyanū 'Inna Allāha Kāna Bimā Ta`malūna Khabīrāan.

Tafsir Bahasa:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan ”salam” kepadamu, ”Kamu bukan seorang yang beriman,” (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

(94) Apabila seorang mukmin pergi ke daerah musuh untuk berperang, maka hendaklah mereka bersikap hati-hati dan teliti terhadap orang yang mereka temui, dan jangan tergesa-gesa menuduhnya sebagai "orang yang tidak beriman", lalu membunuhnya. Utamanya apabila orang yang ditemui itu telah mengucapkan Assalamu'alaikum, atau telah mengucapkan La ilaha illallah, yaitu ucapan secara Islam, maka orang tersebut tidak boleh dituduh "kafir", sebagai alasan untuk membunuhnya karena ucapan salamnya itu menunjukkan bahwa ia telah tunduk kepada agama Islam, menurut zahirnya. Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin agar mengadakan penelitian lebih dahulu sebelum membunuh seseorang yang dianggapnya musuh, agar jangan sampai membunuh seseorang yang telah menganut agama Islam. Apalagi jika pembunuhan itu dilakukan hanya karena keinginan untuk memiliki harta bendanya. Allah memperingatkan bahwa orang-orang mukmin tidak boleh berbuat demikian, sebab ia telah menyediakan rahmat yang banyak bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya dan mematuhi segala ketentuan-Nya. Selanjutnya Allah mengingatkan orang mukmin bahwa pada awal mereka memeluk agama Islam, mereka menyembunyikan imannya, tetapi mereka tetap mengucapkan salam Assalamu'alaikum bila berjumpa dengan sesama mukmin yang telah lebih dahulu memeluk agama Islam. Hal itu mereka lakukan untuk memberitahukan bahwa mereka telah memeluk agama Islam. Dengan demikian, mereka mengharapkan keamanan diri, keluarga dan harta benda mereka dari kaum Muslimin yang telah masuk Islam lebih dahulu. Apabila mereka pernah berbuat demikian, dan Allah telah memberikan keamanan yang mereka inginkan, maka sewajarnya pula mereka menghormati orang-orang yang berbuat semacam itu terhadap mereka, dan tidak tergesa-gesa menuduh seseorang sebagai musuh Islam, lalu membunuhnya, dan merampas harta bendanya. Allah senantiasa mengetahui segala perbuatan hamba-Nya, dan Dia akan memberinya balasan yang setimpal, baik atau buruk.