Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
إِلَّا
kecuali
ٱلْمُسْتَضْعَفِينَ
orang-orang yang tertindas
مِنَ
dari
ٱلرِّجَالِ
laki-laki
وَٱلنِّسَآءِ
dan perempuan
وَٱلْوِلْدَٰنِ
dan anak-anak
لَا
tidak
يَسْتَطِيعُونَ
mereka mampu/kuasa
حِيلَةً
daya upaya
وَلَا
dan tidak
يَهْتَدُونَ
mereka mendapat petunjuk
سَبِيلًا
jalan

'Illā Al-Mustađ`afīna Mina Ar-Rijāli Wa An-Nisā' Wa Al-Wildāni Lā Yastaţī`ūna Ĥīlatan Wa Lā Yahtadūna Sabīlāan.

Tafsir Bahasa:

kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau perempuan dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak mengetahui jalan (untuk berhijrah),

(98) Kemudian dalam ayat ini Allah swt mengecualikan golongan orang yang tertindas, baik laki-laki atau perempuan, seperti 'Iyasy bin Abi Rabi'ah dan Salamah bin Hisyam, Ummul Fadli dan Ummu Abdillah bin Abbas, dan anak-anak seperti Abdullah bin Abbas dan lain-lain. Mereka ini tidaklah dipandang menganiaya diri dan tidaklah dipandang berdosa karena mereka meninggalkan kewajiban hijrah. Mereka ini adalah orang-orang yang benar-benar ditindas karena mereka tidak mempunyai kemampuan untuk keluar dari Mekah. Mereka tidak mempunyai daya upaya, perbekalan dan nafkah untuk hijrah. Mereka tidak mengetahui jalan keluar dari kesulitan itu. Faktor ketuaan, sakit, kemiskinan dan juga tidak tahu jalan menuju Medinah adalah termasuk alasan-alasan yang dapat diterima.