Skip to main content

مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗقَالُوْا ضَلُّوْا عَنَّا بَلْ لَّمْ نَكُنْ نَّدْعُوْا مِنْ قَبْلُ شَيْـًٔاۚ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ الْكٰفِرِيْنَ  ( غَافِر: ٧٤ )

min
مِن
dari
dūni
دُونِ
selain
l-lahi
ٱللَّهِۖ
Allah
qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
ḍallū
ضَلُّوا۟
merekah telah sesat
ʿannā
عَنَّا
dari kami
bal
بَل
bahkan
lam
لَّمْ
tidak ada
nakun
نَكُن
kami
nadʿū
نَّدْعُوا۟
kami menyembah
min
مِن
dari
qablu
قَبْلُ
sebelum
shayan
شَيْـًٔاۚ
sesuatu
kadhālika
كَذَٰلِكَ
seperti demikian
yuḍillu
يُضِلُّ
menyesatkan
l-lahu
ٱللَّهُ
Allah
l-kāfirīna
ٱلْكَٰفِرِينَ
orang-orang kafir

“Min Dūni Allāhi Qālū Đallū `Annā Bal Lam Nakun Nad`ū Min Qablu Shay'āan Kadhālika Yuđillu Allāhu Al-Kāfirīna.” (Ghāfir/40:74)

Artinya:

“(yang kamu sembah) selain Allah?” Mereka menjawab, “Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tidak pernah menyembah sesuatu.” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang kafir.” (QS. Gafir: 74)

Itukah berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah?” Mereka para pendebat itu, menjawab, “Mereka telah hilang lenyap dari pandangan kami, bahkan sebenarnya kami dahulu sebelum keberadaan kami di akhirat ini tidak pernah menyembah sesuatu yang layak untuk disembah.” Demikianlah cara Allah membiarkan sesat orang-orang kafir dari kebenaran sebagai hasil pilihan bebas mereka.