Skip to main content

اَلَآ اِنَّهُمْ فِيْ مِرْيَةٍ مِّنْ لِّقَاۤءِ رَبِّهِمْ ۗ اَلَآ اِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيْطٌ ࣖ  ( فُصِّلَت: ٥٤ )

alā
أَلَآ
ingatlah
innahum
إِنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
فِى
dalam
mir'yatin
مِرْيَةٍ
keraguan
min
مِّن
dari
liqāi
لِّقَآءِ
pertemuan
rabbihim
رَبِّهِمْۗ
Tuhan mereka
alā
أَلَآ
ingatlah
innahu
إِنَّهُۥ
sesungguhnya Dia
bikulli
بِكُلِّ
dengan segala
shayin
شَىْءٍ
sesuatu
muḥīṭun
مُّحِيطٌۢ
Maha Meliputi

“'Alā 'Innahum Fī Miryatin Min Liqā'i Rabbihim 'Alā 'Innahu Bikulli Shay'in Muĥīţun” (Fuṣṣilat/41:54)

Artinya:

“Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu.” (QS. Fussilat: 54)

Allah lalu mengingatkan Nabi Muhammad dengan menyatakan, “Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan, yakni tidak meyakini tentang pertemuan dengan Tuhan mereka kelak di hari Kiamat. Ingatlah pula, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu dengan ilmu dan kekuasaan-Nya.”