Skip to main content

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ يَوْمَىِٕذٍ يَّخْسَرُ الْمُبْطِلُوْنَ  ( ٱلْجَاثِيَة: ٢٧ )

walillahi
وَلِلَّهِ
dan bagi Allah
mul'ku
مُلْكُ
kerajaan
l-samāwāti
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
langit(jamak)
wal-arḍi
وَٱلْأَرْضِۚ
dan bumi
wayawma
وَيَوْمَ
dan hari
taqūmu
تَقُومُ
terjadi
l-sāʿatu
ٱلسَّاعَةُ
kiamat
yawma-idhin
يَوْمَئِذٍ
pada hari itu
yakhsaru
يَخْسَرُ
rugilah
l-mub'ṭilūna
ٱلْمُبْطِلُونَ
orang-orang yang mengerjakan kebathilan

“Wa Lillahi Mulku As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Yawma Taqūmu As-Sā`atu Yawma'idhin Yakhsaru Al-Mubţilūna.” (al-Jāthiyah/45:27)

Artinya:

“Dan milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dan pada hari terjadinya Kiamat, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan (dosa).” (QS. Al-Jasiyah: 27)

Dan hanya milik Allah, bukan miliki siapa-siapa, kerajaan langit dan bumi, Dialah yang menciptakan dan mengatur wujud seluruh alam. Dan pada hari terjadinya Kiamat, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan, yakni perbuatan dosa.