Skip to main content

وَمَنْ اَضَلُّ مِمَّنْ يَّدْعُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَنْ لَّا يَسْتَجِيْبُ لَهٗٓ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ وَهُمْ عَنْ دُعَاۤىِٕهِمْ غٰفِلُوْنَ   ( الأحقاف: ٥ )

waman
وَمَنْ
dan siapa
aḍallu
أَضَلُّ
lebih sesat
mimman
مِمَّن
dari pada orang
yadʿū
يَدْعُوا۟
mereka menyembah
min
مِن
dari
dūni
دُونِ
selain
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
man
مَن
orang/sesembahan
لَّا
tidak
yastajību
يَسْتَجِيبُ
ia dapat memperkenankan
lahu
لَهُۥٓ
padanya
ilā
إِلَىٰ
sampai
yawmi
يَوْمِ
hari
l-qiyāmati
ٱلْقِيَٰمَةِ
kiamat
wahum
وَهُمْ
dan mereka
ʿan
عَن
dari
duʿāihim
دُعَآئِهِمْ
do'a mereka
ghāfilūna
غَٰفِلُونَ
mereka lalai

Wa Man 'Ađallu Mimman Yad`ū Min Dūni Allāhi Man Lā Yastajību Lahu 'Ilaá Yawmi Al-Qiyāmati Wa Hum `An Du`ā'ihim Ghāfilūna. (al-ʾAḥq̈āf 46:5)

Artinya:

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah (sembahan) yang tidak dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka? (QS. [46] Al-Ahqaf : 5)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah,” yakni tidak ada yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah yang sesembahan itu tidak dapat memperkenan­kan doanya dan mengabulkan permintaannya sampai hari Kiamat dan mereka lalai dari memperhati­kan doa mereka? Berhala-berhala atau apa yang mereka sembah itu lalai dari dari memperhatikan doanya sebab mereka adalah benda-benda mati yang tidak dapat mengerti ataupun mendengar permintaannya.