Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
قَالُوا۟
mereka berkata
نُرِيدُ
kami ingin
أَن
untuk
نَّأْكُلَ
kami memakan
مِنْهَا
daripadanya
وَتَطْمَئِنَّ
dan menentramkan
قُلُوبُنَا
hati kami
وَنَعْلَمَ
dan kami mengetahui
أَن
bahwa
قَدْ
sungguh
صَدَقْتَنَا
kamu berkata benar kepada kami
وَنَكُونَ
dan kami adalah
عَلَيْهَا
atasnya
مِنَ
dari
ٱلشَّٰهِدِينَ
orang-orang yang menyaksikan

Qālū Nurīdu 'An Na'kula Minhā Wa Taţma'inna Qulūbunā Wa Na`lama 'An Qad Şadaqtanā Wa Nakūna `Alayhā Mina Ash-Shāhidīna.

Tafsir Bahasa:

Mereka berkata, “Kami ingin memakan hidangan itu agar tenteram hati kami dan agar kami yakin bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan (hidangan itu).”

(113) Dalam ayat ini diceritakan ucapan kaum hawariyyin selanjutnya kepada Nabi Isa, setelah Isa menyuruh mereka beriman kepada Allah, beramal, bekerja dan bertawakal kepada-Nya, dan tidak mengajukan permintaan yang tidak layak. Kaum hawariyyin itu berkata, "Kami beriman sepenuhnya atas kekuasaan Allah, akan tetapi kami mengajukan permintaan itu, karena kami memerlukan makanan, dan kami tidak mendapatkan makanan yang lain, sedangkan kami merasa lapar. Di samping itu, apabila kami dapat menyaksikan turunnya hidangan itu, serta dapat merasakan kelezatannya, maka iman kami akan bertambah kuat. Dengan demikian kami pun akan dapat pula menjadi saksi terhadap orang-orang yang tidak menyaksikan turunnya hidangan itu dan tidak turut memakannya, sehingga mereka pun akan turut beriman pula, dan bertambah kuat pula keyakinan mereka, karena kasaksian kami tadi."