Skip to main content

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ   ( ٱلذَّارِيَات: ٢٤ )

hal
هَلْ
apakah
atāka
أَتَىٰكَ
telah sampai kepadamu
ḥadīthu
حَدِيثُ
cerita
ḍayfi
ضَيْفِ
tamu
ib'rāhīma
إِبْرَٰهِيمَ
Ibrahim
l-muk'ramīna
ٱلْمُكْرَمِينَ
orang-orang yang dimuliakan

“Hal 'Atāka Ĥadīthu Đayfi 'Ibrāhīma Al-Mukramīna.” (aḏ-Ḏāriyāt/51:24)

Artinya:

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?” (QS. Az-Zariyat: 24)

Pada ayat-ayat yang lalu dijelaskan tentang keingkaran orang-orang musyrik dan ancaman Allah terhadap mereka yang pasti akan terjadi. Sedang pada ayat-ayat berikut diterangkan tentang perlakuan Allah terhadap utusan-Nya yang terpilih, yaitu Nabi Ibrahim dengan cara yang berbeda dari kebiasaan pada umumnya. Ayat-ayat ini diawali dengan pertanyaan untuk menarik minat mitra bicara dalam dialognya. "Sudahkah sampai kepadamu wahai Nabi Muhammad cerita tamu terhormat dari Nabi Ibrahim yang sesungguhnya merupakan malaikat-malaikat yang dimuliakan Allah?