Skip to main content

اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا ۗقَالَ سَلٰمٌۚ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ   ( ٱلذَّارِيَات: ٢٥ )

idh
إِذْ
ketika
dakhalū
دَخَلُوا۟
mereka masuk
ʿalayhi
عَلَيْهِ
atasnya
faqālū
فَقَالُوا۟
lalu mereka berkata
salāman
سَلَٰمًاۖ
selamat
qāla
قَالَ
berkata
salāmun
سَلَٰمٌ
selamat
qawmun
قَوْمٌ
kaum
munkarūna
مُّنكَرُونَ
orang-orang yang tidak dikenal

“'Idh Dakhalū `Alayhi Faqālū Salāmāan Qāla Salāmun Qawmun Munkarūna.” (aḏ-Ḏāriyāt/51:25)

Artinya:

“(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, “Salaman” (salam), Ibrahim menjawab, “Salamun” (salam). (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya.” (QS. Az-Zariyat: 25)

Sesudah mengemukakan pertanyaan tersebut Allah mengawali kisah ini dengan firman-Nya: Ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika mereka, yaitu para malaikat itu masuk ke tempatnya, yaitu ke rumah Nabi Ibrahim lalu mengucapkan, “Salàman”, yang maksudnya untuk menyatakan bahwa mereka datang dengan membawa kedamaian dan bukan untuk mengganggu ketenangannya. Ibrahim segera menjawab, “Salàmun”, yang merupakan doa agar kedamaian dan keselamatan selalu tercurah kepada semuanya. Saat menyambut tamunya, Nabi Ibrahim berkata dalam hatinya bahwa mereka itu adalah orang-orang yang belum dikenalnya.