Skip to main content

اَمْ لَهُمْ اِلٰهٌ غَيْرُ اللّٰهِ ۗسُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ   ( ٱلطُّور: ٤٣ )

am
أَمْ
ataukah/apakah
lahum
لَهُمْ
bagi mereka
ilāhun
إِلَٰهٌ
Tuhan
ghayru
غَيْرُ
selain
l-lahi
ٱللَّهِۚ
Allah
sub'ḥāna
سُبْحَٰنَ
Maha Suci
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
ʿammā
عَمَّا
dari apa yang
yush'rikūna
يُشْرِكُونَ
mereka persekutukan

“'Am Lahum 'Ilahun Ghayru Allāhi Subĥāna Allāhi `Ammā Yushrikūna.” (aṭ-Ṭūr/52:43)

Artinya:

“Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Tur: 43)

Ataukah penolakan itu karena mereka mempunyai tuhan yang berkuasa selain Allah, yang melarang mereka untuk mempercayaimu, wahai Nabi Muhammad? Sungguh, tidak ada tuhan selain Dia, dan Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan, apa pun bentuknya.