Al-Waqi'ah Ayat 96
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ ( الواقعة: ٩٦ )
Fasabbiĥ Biāsmi Rabbika Al-`Ažīmi (al-Wāqiʿah 56:96)
Artinya:
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar. (QS. [56] Al-Waqi'ah : 96)
1 Tafsir Ringkas Kemenag
95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.1. Apa yang di langit, baik makhluk hidup seperti burung maupun makhluk mati semisal planet, bintang, bulan, dan matahari, dan demi-kian juga makhluk di bumi; mereka bertasbih kepada Allah untuk mengakui kebesaran dan kesucian-Nya. Dialah yang Mahaperkasa atas semua makhluk, lagi Mahabijaksana dalam menetapkan ketentuan dan hukum bagi mereka.
2 Tafsir Lengkap Kemenag
Ayat-ayat ini menerangkan bahwa segala sesuatu yang telah diungkapkan dalam surah ini, baik yang mengenai hal-hal yang berhubungan dengan hari kebangkitan yang mereka dustakan maupun yang bertalian dengan bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran adanya hal-hal yang akan terjadi setelah hari kebangkitan, yaitu yang berkaitan dengan nikmat-nikmat Tuhan yang akan diterima oleh golongan (muqarrabin) Ashabul-yamin dan siksaan Tuhan yang akan menimpa golongan Ashabusy-syimal, semua itu adalah berita yang meyakinkan yang tidak mengandung sedikit pun hal-hal yang diragukan. Berhubungan dengan itu, manusia diperintahkan oleh Allah supaya memperbanyak ibadah dan amal saleh, antara lain dengan membaca tasbih, untuk mengagungkan Allah, Tuhan Yang Mahaagung. Dalam hubungan ayat ini terdapat hadis Nabi yang berbunyi: Tatkala turun ayat Fasabbih Bismirabbikal-'Adzim, kepada Rasulullah, beliau bersabda, "Jadikanlah bacaan Tasbih pada saat kamu ruku' (yaitu dengan membaca Subhanarabbial-'Adzim)", dan tatkala turun ayat Sabbihismarabbikal A'la. Rasulullah bersabda, "Jadikanlah bacaan Tasbih ini ketika kamu sujud (yaitu dengan membaca Subhanarabbial-A'la)" (Riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah dari 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani)
3 Tafsir Ibnu Katsir
Kemudian Allah Swt. berfirman:
Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. (Al-Waqi'ah: 95)
Yaitu berita ini benar-benar hal yang pasti terjadi, tiada keraguan dan tiada kebimbangan padanya, dan tiada jalan lari bagi seorang pun darinya.
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar. (Al-Waqi'ah: 96)
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ayyub Al-Gafiqi, telah menceritakan kepadaku Iyas ibnu Amir, dari Uqbah ibnu Amir Al-Juhani yang mengatakan bahwa ketika diturunkan kepada Rasulullah Saw. ayat ini, yaitu firman-Nya: Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar. (Al-Waqi'ah: 96) Maka beliau Saw. bersabda: Jadikanlah bacaan tasbih ini dalam rukuk kalian. Dan ketika turun kepada beliau Saw. firman-Nya: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi. (Al-A'la: 1) Maka beliau Saw. bersabda: Jadikanlah bacaan ini dalam sujud kalian.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah melalui hadis Abdullah ibnul Mubarak, dari Musa ibnu Ayyub dengan sanad yang sama.
Rauh ibnu Ubadah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj As-Sawwaf dari Abuz Zubair, dari Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Barang siapa yang mengucapkan, "Mahasuci Allah Yang Mahabesar dan dengan memuji kepada-Nya, " maka ditanamkan baginya sebuah pohon kurma di dalam surga.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Turmuzi melalui hadis Rauh, dan Imam Nasai meriwayatkannya pula melalui hadis Hammad ibnu Salamah, dari hadis Abuz Zubair, dari Jabir, dari Nabi Saw. dengan lafaz yang sama. Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan garib, kami tidak mengenalnya melainkan melalui hadis Abuz Zubair.
Imam Bukhari di dalam akhir kitabnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Isykab, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, telah menceritakan kepada kami Imarah ibnul Qa'qa', dari Abu Zar'ah, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda: Ada dua kalimah yang ringan di mulut, berat dalam timbangan amal perbuatan, lagi disukai oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, yaitu: "Mahasuci Allah dan dengan memuji kepada-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Besar."
Jamaah yang lainnya (selain Imam Bukhari) selain Abu Daud, telah meriwayatkan hadis ini melalui Muhammad ibnu Fudail dengan sanad yang semisal.
4 Tafsir Al-Jalalain
(Maka bertasbihlah kamu dengan menyebut nama Rabbmu Yang Maha Besar) penafsirannya sebagaimana yang telah lalu.
5 Tafsir Quraish Shihab (Al-Misbah)
Maka bertasbihlah selalu dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahaagung untuk menyucikan dan bersyukur atas karunia-karunia-Nya.
6 Tafsir as-Saadi
"Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketentraman dan rizki serta surga kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam neraka. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertas-bihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Mahabesar." (Al-Waqi'ah: 88-96).
(88-89) Di awal surat Allah سبحانه وتعالى telah menyebutkan keadaan tiga golongan, yakni: al-Muqarrabin (orang-orang yang didekatkan kepada Allah), golongan kanan dan golongan pendusta yang sesat di negeri akhirat yang kekal, kemudian di akhir surat ini Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keadaan mereka ketika sakaratul maut dan ketika meninggal dunia. Allah berfirman, ﴾ فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ ﴿ "Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah)" maksudnya, apabila orang yang meninggal itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah, yang mana mereka adalah orang-orang yang mendekatkan diri kepadaNya dengan melaksa-nakan hal-hal yang diwajibkan dan dianjurkan, serta meninggalkan hal-hal yang diharamkan, yang dimakruhkan dan hal-hal mubah yang tidak bermanfaat, ﴾ فَـ ﴿ "maka" bagi mereka ﴾ رَوْحٌ﴿ "ketentram-an" yakni kenyamanan, ketenangan, kebahagiaan, kesenangan, serta kenikmatan jiwa dan raga, ﴾ وَرَيۡحَانٞ ﴿ "dan rizki" yaitu sebuah nama yang mencakup segala kenikmatan jasmani berupa berbagai macam jenis makanan, minuman dan selainnya. Ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-Raihan (rizki) yaitu apa-apa yang baik yang telah dikenal di kalangan masyarakat, sehingga ia merupakan pengungkapan (ta'bir) dengan jenis sesuatu dari jenisnya yang umum. ﴾ وَجَنَّتُ نَعِيمٖ ﴿ "Serta surga kenikmatan" ka-limat yang ketiga ini merupakan penghimpun dua hal yang telah disebutkan di atas, di mana di dalamnya terdapat berbagai macam kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbesit dalam benak se-orang pun.
Di dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى memberi kabar gembira kepada orang-orang yang didekatkan kepadaNya ketika sedang sakaratul maut dengan kabar gembira ini, yaitu sebuah kabar gembira yang hampir-hampir membuat ruh itu terbang karena begitu gembira dan bahagianya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman,
﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ 30 نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ 31 نُزُلٗا مِّنۡ غَفُورٖ رَّحِيمٖ 32 ﴿
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kami-lah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat, di dalam-nya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Fushshilat: 30-32).
Dan Allah Yang Mahamulia lagi Mahatinggi juga berfirman,
﴾ لَهُمُ ٱلۡبُشۡرَىٰ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ ﴿
"Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (da-lam kehidupan) di akhirat." (Yunus: 64).
Dan telah ditafsirkan bahwa kabar gembira yang disebutkan di atas di dalam ayat itu adalah kabar gembira di dalam kehidupan dunia.
(90-91) Dan FirmanNya, ﴾ وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan," yakni, mereka yang telah menu-naikan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diha-ramkan, meski terjadi pada diri mereka sebagian kelalaian dalam sebagian hak-hak yang tidak merusak keimanan dan ketauhidan mereka, maka dikatakan kepada salah seorang dari mereka,﴾ فَسَلَٰمٞ لَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ ﴿ "Maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan," maksudnya engkau mendapatkan salam keselamatan dari saudara-saudaramu yang termasuk golongan kanan, yakni bahwa mereka memberikan salam kepadanya, mengucapkan salam hormat ketika ia sampai di tempat mereka dan bertemu dengan mereka. Atau dikatakan kepadanya, "Keselamatan bagimu dari segala pe-nyakit, bencana, dan siksaan, karena engkau termasuk golongan kanan, yang selamat dari dosa-dosa yang membinasakan.
(92-94) ﴾ وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ ﴿ "Dan adapun jika termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat" yaitu mereka yang men-dustakan kebenaran dan telah sesat dari (jalan) hidayah, ﴾ فَنُزُلٞ مِّنۡ حَمِيمٖ ﴿ "maka dia mendapat hidangan air yang mendidih dan dibakar di dalam neraka," maksudnya, jamuan bagi mereka pada hari ketika mereka menghadap Rabb mereka adalah air yang dibakar di dalam neraka yang meliputi mereka dan sampai ke dalam hati mereka. Dan apa-bila mereka meminta minum karena rasa haus yang sangat,
﴾ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ بِئۡسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتۡ مُرۡتَفَقًا 29 ﴿
"Niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (Al-Kahfi: 29).
(95) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya (yang disebutkan ini)," yakni, yang telah disebutkan oleh Allah سبحانه وتعالى berupa pembalasan bagi amalan-amalan para hamba, yakni yang baik maupun yang buruk, serta perincian dari itu semua, ﴾ لَهُوَ حَقُّ ٱلۡيَقِينِ ﴿ "adalah suatu keyakinan yang benar," yang tidak ada keraguan maupun kebimbangan padanya. Bahkan ia adalah kebenaran yang pasti terjadi. Dan Allah سبحانه وتعالى telah mempersaksikan kepada hamba-hambaNya dengan dalil-dalil tak terbantahkan yang menunjukkan itu semua, hingga bagi orang-orang yang berakal cemerlang, seakan-akan mereka merasakan dan menyaksikannya secara langsung, sehingga mereka memuji Allah سبحانه وتعالى atas apa yang telah Allah khususkan bagi mereka berupa nikmat agung dan karunia yang sangat besar ini.
(96) Oleh karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ ﴿ "Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Mahabesar." Mahasuci Allah, Rabb kita Yang Mahaagung, Mahatinggi dan Mahasuci dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang zhalim dan orang-orang yang ingkar dengan ketinggian yang setinggi-tingginya, dan segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam, pujian yang melimpah lagi baik dan penuh dengan keberkahan.
Tafsir Surat al-Waqi'ah selesai.