Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَنُقَلِّبُ
dan Kami memutar balikkan
أَفْـِٔدَتَهُمْ
hati mereka
وَأَبْصَٰرَهُمْ
dan penglihatan mereka
كَمَا
sebagaimana
لَمْ
tidak
يُؤْمِنُوا۟
mereka beriman
بِهِۦٓ
dengannya/kepadanya
أَوَّلَ
pertama
مَرَّةٍ
kali
وَنَذَرُهُمْ
dan Kami biarkan mereka
فِى
dalam
طُغْيَٰنِهِمْ
kedurhakaan/kesesatan mereka
يَعْمَهُونَ
mereka kebingungan

Wa Nuqallibu 'Af'idatahum Wa 'Abşārahum Kamā Lam Yu'uminū Bihi 'Awwala Marratin Wa Nadharuhum Fī Ţughyānihim Ya`mahūna.

Tafsir Bahasa:

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.

(110) Sesudah itu Allah memberikan penjelasan kepada kaum Muslimin bahwa mereka tidak mengetahui bahwa Allah kuasa untuk memalingkan hati dan penglihatan orang-orang musyrik; maka sebagaimana mereka tidak beriman sebelum mereka meminta mukjizat itu, begitu jugalah mereka tidak mau beriman sesudah datangnya mukjizat, karena hati mereka telah dipalingkan dari kebenaran. Allah berfirman; Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir." (al-hijr/15; 14-15) Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa Allah akan membiarkan mereka memperturutkan hati mereka bergelimang dalam kekafiran dan kemaksiatan. Hati mereka diliputi oleh kebingungan dan keragu-raguan terhadap ayat-ayat yang mereka dengar. Mereka tidak dapat membedakan antara kebenaran dan tipuan. Mereka dibiarkan dalam kegelapan dan kesesatan yang nyata