Skip to main content

قُلْ اَغَيْرَ اللّٰهِ اَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ اِنِّيْٓ اُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ اَوَّلَ مَنْ اَسْلَمَ وَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ١٤ )

qul
قُلْ
katakanlah
aghayra
أَغَيْرَ
apakah selain
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
attakhidhu
أَتَّخِذُ
aku mengambil/menjadikan
waliyyan
وَلِيًّا
pelindung
fāṭiri
فَاطِرِ
Pencipta
l-samāwāti
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
langit(jamak)
wal-arḍi
وَٱلْأَرْضِ
dan bumi
wahuwa
وَهُوَ
dan Dia
yuṭ'ʿimu
يُطْعِمُ
memberi makan
walā
وَلَا
dan tidak
yuṭ'ʿamu
يُطْعَمُۗ
diberi makan
qul
قُلْ
katakanlah
innī
إِنِّىٓ
sesungguhnya aku
umir'tu
أُمِرْتُ
aku diperintahkan
an
أَنْ
supaya
akūna
أَكُونَ
aku ada/menjadi
awwala
أَوَّلَ
pertama
man
مَنْ
orang
aslama
أَسْلَمَۖ
menyerahkan diri/islam
walā
وَلَا
dan tidak/jangan
takūnanna
تَكُونَنَّ
sekali-kali kamu menjadi
mina
مِنَ
dari/termasuk
l-mush'rikīna
ٱلْمُشْرِكِينَ
orang-orang musyrik

“Qul 'Aghayra Allāhi 'Attakhidhu Walīyāan Fāţiri As-Samāwāti Wa Al-'Arđi Wa Huwa Yuţ`imu Wa Lā Yuţ`amu Qul 'Innī 'Umirtu 'An 'Akūna 'Awwala Man 'Aslama Wa Lā Takūnanna Mina Al-Mushrikīna.” (al-ʾAnʿām/6:14)

Artinya:

“Katakanlah (Muhammad), “Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?” Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.”” (QS. Al-An'am: 14)

Katakanlah, wahai Rasulullah, kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, "Apakah aku akan menjadikan sesuatu selain Allah sebagai pelindung dan penolong, padahal Allah yang menjadikan langit dan bumi untuk kepentingan manusia; Dia yang memberi makan seluruh makhluk hidup dengan menjamin rezeki dan mengaturnya dengan merata, dan tidak diberi makan dengan segala bentuk sesajian karena Allah tidak membutuhkannya?" Katakanlah kepada mereka, wahai Rasulullah, "Sesungguhnya aku diperintahkan oleh Allah agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri kepada-Nya dengan rukuk dan sujud, serta dengan menyerahkan seluruh jiwa raga, hidup, dan mati kepada-Nya." Dan jangan sekali-kali kamu, wahai Rasulullah bersama orang-orang beriman yang mengikutimu, termasuk golongan orang-orang musyrik, yang menyekutukan Allah, baik dengan perbuatan maupun ucapan, baik terbuka maupun tersembunyi.