Skip to main content

اِنَّ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِيْ شَيْءٍۗ اِنَّمَآ اَمْرُهُمْ اِلَى اللّٰهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ١٥٩ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
farraqū
فَرَّقُوا۟
(mereka) memecah belah
dīnahum
دِينَهُمْ
agama mereka
wakānū
وَكَانُوا۟
dan mereka adalah
shiyaʿan
شِيَعًا
bergolong-golong
lasta
لَّسْتَ
tidaklah kamu
min'hum
مِنْهُمْ
dari/diantara mereka
فِى
dalam
shayin
شَىْءٍۚ
sesuatu/sedikitpun
innamā
إِنَّمَآ
sesungguhnya hanyalah
amruhum
أَمْرُهُمْ
urusan mereka
ilā
إِلَى
kepada
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
thumma
ثُمَّ
kemudian
yunabbi-uhum
يُنَبِّئُهُم
Dia menerangkan kepada mereka
bimā
بِمَا
dengan apa
kānū
كَانُوا۟
adalah mereka
yafʿalūna
يَفْعَلُونَ
mereka perbuat

“'Inna Al-Ladhīna Farraqū Dīnahum Wa Kānū Shiya`āan Lasta Minhum Fī Shay'in 'Innamā 'Amruhum 'Ilaá Allāhi Thumma Yunabbi'uhum Bimā Kānū Yaf`alūna.” (al-ʾAnʿām/6:159)

Artinya:

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (Muhammad) atas mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (QS. Al-An'am: 159)

Penjelasan tentang nasib orang kafir pada hari Kiamat yang terdapat pada ayat di atas dilanjutkan dengan penjelasan tentang ada kelompokkelompok sesat pada ayat ini. Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agamanya padahal agama pada awalnya hanya satu, yaitu agama tauhid, sebagaimana sabda Nabi , "Kami, para nabi, bagaikan anakanak satu ayah dari ibu yang berbeda, agama kami satu." dan mereka menjadi terpecah dalam golongan-golongan dengan mengikuti hawa nafsunya sendiri-sendiri, sesuai dengan kepentingan masing-masing di mana setiap golongan berbangga dengan golongannya sendiri, sedikit pun bukan tanggung jawabmu, wahai Nabi Muhammad, atas mereka. Kamu telah melaksanakan tugas kerasulanmu, sementara mereka memilih jalan kekafiran. Hati mereka telah terkunci untuk menerima kebenaran. Sesungguhnya urusan mereka terserah kepada Allah. Allah yang akan memutuskan nasib mereka, maka janganlah kamu bersedih atas kekafiran mereka. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. Tentang dosa-dosa mereka dan balasan terhadap mereka pada hari Kiamat nanti.