Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
قَدْ
sungguh
خَسِرَ
telah merugi
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
كَذَّبُوا۟
(mereka)mendustakan
بِلِقَآءِ
dengan perumpamaan
ٱللَّهِۖ
Allah
حَتَّىٰٓ
sehingga
إِذَا
jika
جَآءَتْهُمُ
datang kepada mereka
ٱلسَّاعَةُ
saat/kiamat
بَغْتَةً
dengan tiba-tiba
قَالُوا۟
mereka berkata
يَٰحَسْرَتَنَا
Alangkah besarnya penyesalan kami
عَلَىٰ
atas
مَا
apa
فَرَّطْنَا
kelalaian kami
فِيهَا
padanya(kiamat)
وَهُمْ
dan mereka
يَحْمِلُونَ
mereka memikul
أَوْزَارَهُمْ
beban/dosa-dosa mereka
عَلَىٰ
atas
ظُهُورِهِمْۚ
punggung mereka
أَلَا
ingatlah
سَآءَ
amat buruk
مَا
apa
يَزِرُونَ
mereka pikul

Qad Khasira Al-Ladhīna Kadhdhabū Biliqā'i Allāhi Ĥattaá 'Idhā Jā'at/hum As-Sā`atu Baghtatan Qālū Yā Ĥasratanā `Alaá Mā Farraţnā Fīhā Wa Hum Yaĥmilūna 'Awzārahum `Alaá Žuhūrihim 'Alā Sā'a Mā Yazirūna.

Tafsir Bahasa:

Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, “Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu,” sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Alangkah buruknya apa yang mereka pikul itu.

(31) Ayat ini menjelaskan tentang kerugian orang-orang kafir yang mengingkari keesaan Allah, kerasulan Muhammad dan hari kebangkitan. Mereka mendustakan pertemuan dengan Allah. Mereka tidak mendapat keuntungan seperti halnya orang-orang beriman. Keuntungan orang-orang beriman di dunia sebagai buah keuntungan misalnya, kepuasan batin, rida, ketenangan dan merasa bahagia dengan nikmat Allah dalam segala keadaan, mereka bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat, sabar dan tabah terhadap derita. Adapun keuntungan di akhirat sebagai buah dari imannya, seperti memperoleh rida Ilahi, mengalami kemudahan dalam hisab, dan kebahagiaan surga yang tak dapat digambarkan oleh manusia. Orang-orang kafir yang mendustakan perjumpaan dengan Allah kehilangan segala keuntungan tersebut. Mereka adalah orang-orang yang tidak percaya akan hari kebangkitan; hidup bagi mereka terbatas dalam dunia ini saja; oleh karena itu hidup mereka selalu dikejar-kejar oleh keinginan-keinginan yang tak ada batasnya dan kepentingan-kepentingan mereka yang saling bertentangan. Mereka tidak pernah mengalami kepuasan batin, ketenteraman rohani, dan rida Ilahi, bahkan mereka lebih dekat kepada setan yang membuat mereka lupa daratan. Demikianlah keadaan orang-orang kafir sampai kiamat. hari Kiamat akan datang secara mendadak, tak seorang pun yang dapat mengetahuinya. Di hari Kiamat orang kafir menyatakan penyesalannya karena mereka membatasi hidup ini pada kehidupan dunia saja sehingga mereka lalai mempersiapkan diri untuk hari Kiamat. Mereka memikul beban yang berat yakni dosa dan kesalahan mereka, dan mereka akan menerima hukuman atas dosa kesalahan itu. Beban berat yang mereka pikul pada hari Kiamat benar-benar merupakan beban yang amat buruk.