Skip to main content

قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ اَصْبَحَ مَاۤؤُكُمْ غَوْرًا فَمَنْ يَّأْتِيْكُمْ بِمَاۤءٍ مَّعِيْنٍ ࣖ   ( ٱلْمُلْك: ٣٠ )

qul
قُلْ
katakanlah
ara-aytum
أَرَءَيْتُمْ
adakah kamu perhatikan
in
إِنْ
jika
aṣbaḥa
أَصْبَحَ
menjadi
māukum
مَآؤُكُمْ
air kamu
ghawran
غَوْرًا
masuk dalam tanah kering
faman
فَمَن
maka siapa
yatīkum
يَأْتِيكُم
mendatangkan kepadamu
bimāin
بِمَآءٍ
dengan air
maʿīnin
مَّعِينٍۭ
mata air/mengalir

“Qul 'Ara'aytum 'In 'Aşbaĥa Mā'uukum Ghawrāan Faman Ya'tīkum Bimā'in Ma`īnin” (al-Mulk/67:30)

Artinya:

“Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”” (QS. Al-Mulk: 30)

Sebagai penutup surah ini, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad agar mengingat aneka nikmat Allah, terutama nikmat air yang merupakan sumber utama kehidupan (lihat surah al-Anbiyà’/21:30). Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu dan sumber air lainnya menjadi kering. maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”. Pasti tidak ada kecuali Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam. Maka sudah sewajarnya kalau manusia hanya menyembah kepada-Nya.