Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَلَا
jangan
تَقْعُدُوا۟
kamu duduk-duduk
بِكُلِّ
di setiap
صِرَٰطٍ
jalanan
تُوعِدُونَ
kamu menakut-nakuti
وَتَصُدُّونَ
dan kamu menghalang-halangi
عَن
dari
سَبِيلِ
jalan
ٱللَّهِ
Allah
مَنْ
orang
ءَامَنَ
beriman
بِهِۦ
dengannya
وَتَبْغُونَهَا
dan kamu menginginkannya
عِوَجًاۚ
bengkok
وَٱذْكُرُوٓا۟
dan ingatlah
إِذْ
ketika
كُنتُمْ
kalian adalah
قَلِيلًا
sedikit
فَكَثَّرَكُمْۖ
maka/lalu Dia memperbanyak kamu
وَٱنظُرُوا۟
dan perhatikanlah
كَيْفَ
bagaimana
كَانَ
adalah
عَٰقِبَةُ
akibat/kesudahan
ٱلْمُفْسِدِينَ
orang-orang yang berbuat kerusakan

Wa Lā Taq`udū Bikulli Şirāţin Tū`idūna Wa Taşuddūna `An Sabīli Allāhi Man 'Āmana Bihi Wa Tabghūnahā `Iwajāan Wa Adhkurū 'Idh Kuntum Qalīlāan Fakaththarakum Wa Anžurū Kayfa Kāna `Āqibatu Al-Mufsidīna.

Tafsir Bahasa:

Dan janganlah kamu duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Ingatlah ketika kamu dahulunya sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

(86) Sesudah Nabi Syu'aib melarang kaumnya membuat kerusakan di bumi, maka ayat ini menerangkan bahwa Nabi Syu'aib juga melarang mereka duduk di jalan untuk mengganggu orang yang lewat. Terhadap orang yang beriman mereka ancam nyawanya dan terhadap orang yang belum beriman jika ia bermaksud mengunjungi Nabi Syu'aib mereka mengatakan bahwa Syu'aib itu seorang pendusta yang hendak menggoda orang agar meninggalkan agama nenek moyangnya. Pada akhir ayat Nabi Syu'aib mengajak mereka mengenang masa-masa yang lalu ketika mereka masih sedikit jumlahnya, kemudian Allah mengembangbiakkan keturunan mereka dan memberi rezeki yang banyak. Karenanya hendaklah mereka bersyukur kepada Allah dengan meninggalkan kemusyrikan dan perbuatan kezaliman dan hendaklah mereka mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian pada kaum-kaum yang berbuat kezaliman, antara lain meninggalkan agama yang benar dari umat-umat sebelum mereka, seperti kaum Nuh, kaum 'Ad, dan kaum tsamud. Hendaklah mereka mengambil pelajaran dari apa yang menjadi sebab Allah membinasakan umat-umat sebelum mereka itu. Dengan demikian Nabi Syu'aib secara tidak langsung telah memperingatkan kaumnya agar mereka tidak mengalami nasib seperti mereka yang telah dibinasakan oleh Allah itu.