Skip to main content

هَلْ اَتٰى عَلَى الْاِنْسَانِ حِيْنٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْـًٔا مَّذْكُوْرًا   ( ٱلْإِنْسَان: ١ )

hal
هَلْ
apakah/bukankah
atā
أَتَىٰ
telah datang
ʿalā
عَلَى
atas
l-insāni
ٱلْإِنسَٰنِ
manusia
ḥīnun
حِينٌ
waktu
mina
مِّنَ
dari
l-dahri
ٱلدَّهْرِ
masa
lam
لَمْ
tidaklah
yakun
يَكُن
dia
shayan
شَيْـًٔا
sesuatu
madhkūran
مَّذْكُورًا
yang disebut

“Hal 'Ataá `Alaá Al-'Insāni Ĥīnun Mina Ad-Dahri Lam Yakun Shay'āan Madhkūrāan.” (al-ʾInsān/76:1)

Artinya:

“Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (QS. Al-Insan: 1)

Surah ini diawali dengan peringatan kepada manusia tentang kehadirannya di pentas bumi sekaligus menjelaskan tentang tujuan penciptaannya. Bukankah, yaitu sungguh, pernah datang kepada manusia waktu dari masa yaitu sebelum ia diciptakan, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Ketika itu manusia dalam ketiadaan, jangankan wujudnya, namanya pun belum ada.2. Proses awal penciptaan manusia ditegaskan pada ayat ini. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yaitu dari sperma laki-laki dan indung telur perempuan yang tujuan utamanya Kami hendak mengujinya dengan berbagai perintah dan larangan, karena itu Kami jadikan dia mendengar dengan telinganya dan melihat dengan matanya.