Skip to main content

فَبِاَيِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ ࣖ ۔  ( ٱلْمُرْسَلَات: ٥٠ )

fabi-ayyi
فَبِأَىِّ
maka yang manakah
ḥadīthin
حَدِيثٍۭ
perkataan
baʿdahu
بَعْدَهُۥ
sesudahnya (Al Qur'an)
yu'minūna
يُؤْمِنُونَ
mereka akan beriman

“Fabi'ayyi Ĥadīthin Ba`dahu Yu'uminūna” (al-Mursalāt/77:50)

Artinya:

“Maka kepada ajaran manakah (selain Al-Qur'an) ini mereka akan beriman?” (QS. Al-Mursalat: 50)

Sudah berulang kali Al-Qur’an menasihati dan memperingatkan mereka, namun tetap saja mereka menolak, maka kepada ajaran mana-kah selain Al-Qur’an ini mereka akan beriman? Pasti tidak ada lagi, karena Al-Qur’an dalah kitab petunjuk yang paling sempurna.1. Saat Nabi Muhammad diutus, kaum kafir Mekah bertanya-tanya tentang diri Nabi, dakwah, dan ajarannya, salah satunya adalah perihal hari kebangkitan. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya di antara mereka?